Tahun Ini DED, Tahun Depan Bangun Pasar Besar

NewMalangPos – Pro kontra revitalisasi Pasar Besar Malang (PBM) diantara para pedagang PBM tidak menjadi penghalang Pemkot Malang untuk melakukan renovasi total PBM. Pemkot Malang siap menganggarkan revitalisasi PBM pada 2022 sebesar Rp 125 miliar dari APBD Kota Malang. Tahun ini, sudah disusun DED (Detail Engineering Design).

Pj Sekda Kota Malang Ir Hadi Santoso menegaskan, instruksi dari pimpinan daerah sudah jelas bahwa PBM harus segera direvitalisasi. Ini dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Pertimbangan kami banyak sekali. Secara detail kita sudah membahas. Yang paling utama adalah keamanan warga pedagang. Karena gedung PBM sudah mengalami kebakaran 3 kali,” kata Soni sapaan akrab Hadi Santoso, saat dikonfirmasi New Malang Pos, kemarin.

Dia tidak memungkiri fakta bahwa muncul pro dan kontra di kalangan pedagang PBM. Sebelumnya hal itu sempat disampaikan terbuka melalui audiensi Paguyuban Pedagang Pasar Besar Malang (PPPBM) bersama DPRD Kota Malang beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Abaikan Tawaran Agen Pemain

Soni mengakui, munculnya kekhawatiran pedagang akan anjloknya pendapatan ketika pembangunan atau revitalisasi dilakukan. Pedagang akan direlokasi ke tempat penampungan sementara selama pasar dibangun.

“Berdasarkan diskusi dengan tim ahli selama ini, pembangunan PBM harus menyeluruh (dibongkar total). Tidak bisa kalau setempat saja (sebagian saja, red),” jelas Soni.

Saat ini menurutnya, akan didiskusikan lebih lanjut rencana relokasi pedagang PBM yang tidak jauh dari PBM. Hanya saja tempat relokasi akan dipusatkan dimana, pihaknya masih enggan membeberkannya. Pemkot Malang masih akan melakukan pertemuan dengan pedagang PBM dan stakeholder terkait lainnya.

Baca Juga :  Dindik Jatim Apresiasi Dukungan PTM dari Kepala Daerah se Malang Raya

“Percayakan pada kami. Relokasi akan dilakukan tidak jauh dari pasar (PBM). Tapi nanti itu kita tentukan setelah pertemuan dengan pedagang. Kita memang hendak melibatkan seluruh pedagang untuk membahas ini,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang ini.

Rencana anggaran APBD Kota Malang senilai Rp 125 miliar untuk pembangunan PBM mengundang perbincangan. Dana sebesar itu dianggap lebih baik untuk membantu masyarakat terdampak pandemi daripada membanguna gedung. Menurut Soni, Pemkot Malang pun melakukan revitalisasi PBM demi memulihkan ekonomi masyarakat.

“Kalaupun kita tunda, dibangun atau diperbaiki sebagian saja tetap kasihan pedagang, karena bangunannya yang ada seperti itu (rusak, red). Untuk stimulus atau bantuan terutama pedagang itu juga kami pikirkan,” tegas Soni.

Baca Juga :  Awasi Semua Proyek

Meski begitu Soni pun mengakui permasalahan komunikasi menjadi kendalanya. Maka dari itu dalam waktu dekat sosialisasi akan dilakukan melibatkan Pemda, pedagang juga stakeholder terkait termasuk wakil rakyat.

Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang M Sailendra ST MM. Ia menegaskan pekan ini akan dilakukan pertemuan Pemkot melalui Diskopindag Kota Malang dengan Pedagang-Pedagang PBM.

“Insya Allah seperti itu,” tutur Sailendra menegaskan rencana pekan ini melakukan pertemuan dengan pedagang PBM.

Dalam pertemuan tersebut Sailendra menjelaskan akan memberikan pemahaman awal mengenai konsep pembangunan PBM di Tahun 2022. “Termasuk di dalamnya menjelaskan alasan mengapa Pemkot Malang memilih membongkar seluruh gedung pasar dan tidak melakukan perbaikan sebagian tempat saja,” tambahnya. (ica/aim)