Tahun Ini Boleh Mudik, Ini Syaratnya

10
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Jakarta, NewMalangPos – Kamis (18/3), Anggota Bidang Tracking Satgas Penanganan Covid-19 Masdalina Pane mengklaim akan memantau dinamika kasus Covid-19 setiap harinya selama dua bulan kedepan untuk memastikan kondisi pandemi terkendali sebelum masa mudik lebaran 2021.

Melansir dari CNN Indonesia, berdasarkan data yang dimiliki Masdalina, ada penurunan angka kasus konfirmasi positif selama tujuh pekan terakhir. Namun ia masih harus melihat data 3-4 minggu ke depan untuk memastikan pandemi Covid-19 terkendali.

Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus pasca libur lebaran 2021. Sehingga meskipun mobilitas orang bertambah, angka kasus positif harian tidak akan mengalami lonjakan.

“Secara umum terdapat penurunan sistematis jumlah kasus dan kematian dalam 7 minggu terakhir, tapi masih dibutuhkan 3-4 minggu ke depan untuk melihat konsistensi dalam pengendalian,” tuturnya.

Sebagai patokan penurunan kasus harian, Masdalina mengatakan memakai ukuran temuan kasus terbanyak pada 16 Januari yaitu 14.224 kasus. Data hari tersebut dianggap menjadi puncak kasus Covid-19.

Ahli epidemiologi itu menjelaskan, jika dalam 3-4 minggu kedepan angka kasus positif harian bisa kurang dari setengah angka puncak kasus, yakni berkisar antara 5.000-7.000 kasus, maka pandemi bisa dikatakan terkendali.

Ia juga menekankan pada angka positivity rate harian Covid-19 yang rata-ratanya berada pada kisaran 11-12 persen. Jika angka ini bisa turun dalam 3-4 minggu kedepan, maka arus mobilitas orang kemungkinan akan dibuka, termasuk mudik lebaran 2021.

Selain itu, Masdalina mengatakan, mudik bukanlah penyebab kasus positif meningkat. Peningkatan kasus positif dipengaruhi oleh testing-tracing yang masif.

“Mobilitas itu dikenal sejak dulu mampu menyebarkan penyakit. Tapi bukan untuk meningkatkan jumlah kasus. Jadi gak perlu melakukan pelarangan terhadap mobilitas orang. Toh selama ini kan turun 7 minggu dan cukup konsisten,” kata Masdalina.

“Standar WHO kan 3 minggu berturut-turut dari puncak tertinggi, kita optimistis [terkendali],” sambungnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan izin mudik lebaran masih dalam tahap pembahasan. Ia juga mengatakan masih mengkaji teknis pelaksanaan mudik lebaran 2021 bersama kementerian lembaga terkait.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tidak akan melarang mudik 2021 namun pelaksanaannya harus disiplin pada protokol kesehatan ketat. (ugo/ugo/cnni/mg3/nmp)