Tahfidz Dan Khatamul Quran SD Muhammadiyah 9 Malang, Ajak Siswa Raih Keistimewaan Alquran

APRESIASI: Siswa peserta khatamul Qur'an wa Tahfidzul Qur'an mendapat penghargaan dari Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang Sony Darmawan, M.Pd

MALANG, NewMalangPos – Mendidik anak menjadi generasi Qurani merupakan dambaan setiap orang tua muslim. Tentu dimulai dari tahap yang paling sederhana. Misalnya dimulai dari belajar membaca Alquran dengan baik dan benar.  Dilanjutkan dengan menghafal (Tahfidzul Qur’an). Hingga mengerti dan memahami maknanya.

Seiring dengan kemajuan zaman, Alquran menjadi pilihan bagi orang tua untuk membentengi iman anak-anaknya. Alasannya tidak lain untuk menjaga dan memelihara akidah dan akhlak buah hatinya. Maka yang perlu diperhatikan orang tua, tidak sampai salah memilihkan lembaga pendidikan.

Itu yang dilakukan oleh Nisa Ul Umami. Anaknya yang bernama Sybillah Maryam masih kelas IV. Sekolahnya di SD Muhammadiyah 9 Malang. Meskipun masih kelas IV, Sybillah sudah hafal tiga juz Alquran. Juz 28, 29 dan 30. “Subhanallah. Ini suatu keberkahan bagi kami. Dia (Sybillah) sangat tekun membaca dan menghafal Alquran,” katanya.

Baca Juga :  PBI UMM - New Malang Pos Gelar Caraka Awards 2021

Nisa mengatakan pencapaian luar biasa buah hatinya, salah satunya berkat bimbingan dan pembinaan guru Alquran di SD Muhammadiyah 9. Setiap hari ada jadwal tilawati. Para siswa dibimbing secara intensif belajar mengaji dengan baik dan benar.

Program tilawati dilakukan secara Istiqomah. Meskipun secara daring karena kondisi masih pandemi.

Termasuk juga program tahfidz. Guru dengan rutin memonitor dan memberikan pembinaan secara rutin.  “Setiap hari anak saya mendapat bimbingan dari guru di sekolah,” ungkapnya.

Akhir pekan lalu, SD Muhammadiyah menggelar kegiatan khatamul Qur’an wa Tahfidzul Qur’an untuk angkatan ke-5. Diikuti 25  siswa. Mulai kelas 3 sampai kelas 6. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring. Namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sebagai wali siswa, Nisa merasa kagum dengan program sekolah ini. Terlebih program Alquran yang menjadi salah satu program keislaman yang menonjol. “Yang jelas kami sangat mendukung.  Sebagai orang tua kami terkesan akan tekad SD Muhammadiyah 9 untuk mengantarkan anak didiknya menjadi hafidz dan Hafidzah,” tandasnya.

Baca Juga :  Siswa-siswi SMPK Mardi Wiyata, Tetap Berprestasi Meski Pandemi

Sementara itu, Kaur Islam Muhammadiyah dan Bahasa Arab SD Muhammadiyah 9 Arip Hidayat, M.Pd.I mengatakan ujian khataman bagi siswa yang telah menyelesaikan bacaan Alquran sebanyak 30 juz. Mereka diuji oleh tim tilawati akan kemampuan membaca dengan tajwid dan gharib. “Sedangkan pengertian gharib sendiri adalah bacaan yang tersembunyi atau samar. Salah satu jenisnya bacaan imalah,” terangnya. 

Arip melanjutkan ujian tahfidz adalah uji hafalan. Sebelum ujian para siswa mendapat pendampingan dari guru.  Meski secara daring program hafalan tetap terlaksana seperti biasanya.

Ada tiga siswa yang ujian tahfidz 3 juz Alquran. Yakni juz 28, 29 dan 30. Dua siswa ujian 2 juz dan 13 siswa ujian tahfidz 1 juz. “Tahfidz adalah wajib di sekolah kami. Minimal anak hafal 1 juz sebelum lulus,” ujarnya.

Baca Juga :  Webinar HIMANISMA Putra Indonesia Malang Persiapkan Kompetensi untuk Era Revolusi 5.0

Alquran menjadi pedoman hidup seorang muslim. Dekat dengan Alquran memberi berkah yang besar. Apalagi sampai bisa menghafal dan mengamalkannya.

Arip menjelaskan, bacaan Alquran yang senantiasa dilantunkan oleh siswa memberikan hikmah yang besar. Diantara keistimewaan membaca Alquran membuat hati menjadi lebih tenang karena dekat dengan Allah. Karena kedekatan itulah maka diberikan jalan kemudahan dalam setiap kesulitan yang dialami.

Sementara menghafal alquran lanjut Arip, berbanding lurus dengan kecerdasan anak. Selain semakin dicintai Allah, akan berdampak pada kemampuan berpikir mereka. “Anak-anak yang tahfidz IQ-nya bagus. Karena terbiasa dengan menghafal. Sehingga menerima materi pelajaran pun lebih mudah memahami,” jelas Arip. (imm/sir)

artikel Pilihan