Sutiaji Ingatkan Tidak Boleh Kendor Prokes+

Wali Kota Malang Sutiaji (dok)

NEW MALANG POS, MALANG – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji kembali mewanti wanti kepada masyarakat luas khususnya warga Kota Malang untuk tetap patuh menerapkan protokol kesehatan.

Meski Kota Malang telah turun menjadi PPKM Level 2, namun Sutiaji mengajak masyarakat untuk tidak bereuforia dengan kondisi itu. Karena bila protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan baik maka justru yang terjadi bisa sebaliknya.

“Apalagi dengar dengar di negara sebelah itu sudah ada mutasi baru lagi. Maka ini perlu tidak boleh serta merta kita abai terhadap protokol kesehatan,” tegas Sutiaji kepada awak media.

Baca Juga :  Surplus Triwulan Kedua, Optimis PAD Tercapai

Dalam masa PPKM Level 2 ini memang diketahui ada beberapa pelonggaran. Seperti misalnnya toleransi dine in dengan waktu yang telah ditentukan hingga uji coba pembukaan wisata. Meski begitu, warga harusnya tidak boleh kendor menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, mengurangi kerumunan dan seterusnya.

“Mulai awal selalu saya sampaikan, saya tidak terlalu peduli dengan level level. Level berapapun kita harus pakai protokol kesehatan. Karena kalau terjadi seperti kemarin, itu ngeri, disaat saya sempat pukul dua harus mendeliveri orang yang sakit, lalu ada juga yang hamil ada yang umur tujuh bulan delapan bulan ada yang enam bulan dan kesemuanya tidak bisa diselamatkan. Ada tujuh waktu itu,” beber Sutiaji.

Baca Juga :  Kota Malang Masih Butuh 56 Ribu Dosis Vaksin Covid-19

Padahal di Kota Malang, lanjut Sutiaji, sebenarnya telah ada rumah sakit yang mampu melakukan tindakan operasi bedah bagi ibu hamil yang terapapr Covid-19. Yakni di RS Saiful Anwar dan RS UMM. Namun karena saat itu terjadi lonjakan yang cukup signifikan, maka akibatnya ada yang tidak bisa terselamatkan.

Oleh karenanya, dalam masa perpanjangan PPKM ini, Sutiaji meminta agar setiap warga tidak boleh lengah menjalankan protokol kesehatan. Karena resikonya bisa merugikan bagi masyarakat bahkan orang terdekat.

“Covid-19 ini juga banyak anak yatim piatu karena Covid-19. Yang terdata di kami hingga saat ini ada 169 anak yatim dan piatu karena Covid-19. Maka saya minta dinas sosial bagaiamana nanti ASN ASN yang mampu bisa menjadi orang tua asuh. Inilah yang menjadi komitmen kita semua dalam pandemi ini. Saat ini kita masih harus berhati hati sekali,” pungkasnya. (ian)

Pilihan Pembaca