Sutiaji Apresiasi Program Bargaining on Air

13
PERIZINAN: Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT memberikan secara simbolis surat tanda legalitas perizinan UMKM di NCC.

UMKM Bisa “Pansos” di Medsos Pemkot

KOTA MALANG, Newmalangpos – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diberikan kesempatan untuk melakukan promosi menggunakan platform media digital yang dimiliki Pemkot Malang. Alias bisa Pansos (Panjat Sosial) di akun medsos milik Pemkot Malang.


Hal ini diwujudkan dalam program baru Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang melalui “Bargaining on Air” (BOA). Program ini diluncurkan di Ngalam Command Center (NCC), Kamis (18/3).


Ini diperuntukan khusus bagi peningkatan perekonomian dengan mengangkat sektor UMKM. Program ini merupakan transformasi dari program yang sukses sebelumnya. Yakni Bargaining on Mall (BOM) yang digelar beberapa kali dan mendapat sambutan luar biasa. Bedanya BOA dilakukan secara virtual.


Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT menjelaskan BOA memberi fasilitasi promosi produk UMKM Kota Malang. Pemkot Malang akan membantu pelaku UMKM untuk dibuatkan video promosi.
“Karena UMKM itu kan salah satu sektor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Hanya saja sekarang ini beda style. Kalau di era pandemi ini kita utakaman sektor digitalnya. Dengan pemanfaatan teknologi informasi melalui BOA ini,” papar Erik Setyo Santoso ST MT.


Usai dibuatkan video oleh tim Pemkot Malang, video promosi ini akan disiarkan ke berbagai platform media digital dan media sosial yang dimiliki Pemkot Malang. Yakni channel Youtube, Instagram, hingga videotron.
Melalui pemanfaatan platform digital ini, lanjut pria alumnus Fakultas Teknik Universitas Brawijaya ini akan terjaga konsep kemitraan antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah.


“Hari ini tadi (kemarin) sudah dimulai dengan 16 pelaku usaha. Mereka juga kita bantu menerima legalitas perizinan. Ke depan akan kita expand (perluas) program ini agar targetnya ratusan UMKM bisa dibantu dengan program ini,” tegas pria asal Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri ini.


Sementara itu Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mengapresiasi program BOA tersebut. Inovasi menggunakan platform media sosial dirasa tepat. Utamanya karena masa pandemi Covid-19 yang masih menghantui.
Kelinbatan pemda untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM daerah akan terus dikuatkan. Selain melalui program yang diinisiasi Disnaker PMPTSP Kota Malang, program seperti penunjukan langsung pelaku UMKM dalam pengadaan mamin (makanan-minuman) urusan Pemkot Malang juga menjadi salah satu cara.


“Tentu UMKM kita harus terus menjadi pelaku ekonomi yang diperhatikan. Harapannya segala macam upaya/program yang diberi Pemkot Malang ini bisa termanfaatkan dengan maksimal,” pungkas Sutiaji. (ica/jon)