Sudah 32 Tahun, Rindu Piala Sudriman yang Tak Kunjung Pulang

Indonesia mengusung misi membawa pulang Piala Sudirman di 2021. (Arsip PBSI/CNN Indonesia)

Jakarta, NewMalangPos – Indonesia saat ini berhasil melangkah ke perempat final Piala Sudirman 2021. Hal tersebut membuat Indonesia terus menyusun mimpi memulangkan Piala Sudirman ke tanah air, Indonesia.

Sejak menjadi juara di edisi perdana, 1989, Indonesia tak lagi sanggup membawa pulang Piala Sudirman. Usai kalah di final Piala Sudirman 1991, Indonesia berulang kali gagal dalam misi membawa pulang Piala Sudirman, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (28/9).

Indonesia tercatat enam kali jadi runner up dan percobaan terakhir saat Indonesia gagal di final adalah pada 2007.

Setelah itu, Indonesia malah tidak pernah mampu menyentuh partai puncak. Indonesia berulang kali gagal di semifinal dan bahkan sempat terhenti di perempat final (Piala Sudirman 2013) dan fase grup (2017).

Baca Juga :  Tiket 16 Besar Pelepas Dahaga De Oranje

Kini di Piala Sudirman 2021, Indonesia sudah mengamankan tempat di perempat final. Anthony Ginting dan kawan-kawan berhasil membuat mimpi membawa pulang Piala Sudirman tetap terjaga.

Keberhasilan Indonesia lolos ke perempat final terjadi setelah Skuad Merah-Putih menang 5-0 atas Rusia dan unggul 3-2 atas Kanada.

Walaupun sudah lolos ke perempat final, Indonesia masih punya tugas di fase grup. Dalam duel lawan Denmark, Rabu (29/9), Indonesia bakal berjuang merebut status sebagai juara grup.

Posisi sebagai juara grup bakal vital dalam penentuan lawan di babak perempat final. Di atas kertas, status juara grup bakal membuat Indonesia bertemu lawan yang lebih ringan di babak delapan besar.

Baca Juga :  Fans Brasil Minta Neymar Dibangkucadangkan

Piala Sudirman punya kedekatan dengan Indonesia. Nama trofi tersebut diambil dari Dick Sudirman, tokoh badminton Indonesia yang juga punya pengaruh besar di dunia.

Sudirman bukan hanya punya peran penting dalam sejarah badminton Indonesia sebagai Ketua PBSI. Sudirman juga memegang peranan vital ketika organisasi badminton dunia terpecah dua, yaitu International Badminton Federation (IBF) dan World Badminton Federation (WBF).

Berkat diplomasi yang dilakukan Sudirman bersama Soeharso Suhandinata, IBF dan WBF akhirnya bersedia melebur dan kembali bernaung di bawah satu organisasi yang sama.

Baca Juga :  Gejala Tifus, Dendi Menepi

Setelah Sudirman meninggal dunia pada 1986, Suhandinata kemudian aktif mengusulkan untuk memberi penghormatan pada Sudirman. Usaha Suhandinata dan Indonesia untuk mengabadikan Sudirman jadi melalui jalan yang berliku.

Pasalnya negara-negara Eropa disebut bakal mengusulkan nama Herbert Scheele sebagai trofi untuk kejuaraan beregu campuran.

Suharso lalu turun tangan langsung menemui Presiden IBF Ian Palmer. Kesepakatan didapat dan nama Sudirman bakal dipilih sebagai nama kejuaraan beregu campuran.

Indonesia akhirnya jadi tuan rumah Piala Sudirman edisi perdana dan membuat piala untuk kejuaraan beregu campuran tersebut. Piala Sudirman lalu dipertandingkan tiap dua tahun sekali.

(ptr/sry/cnni/mg7/mg2/mar/nmp)

artikel Pilihan