Student Gathering TK Islam Sabilillah, Ajak Anak PAUD Kunjungan Virtual Ke Bogor

ANTUSIAS: Anak-anak PAUD dari berbagai lembaga mengikuti acara student gathering virtual field trip bersama TK Islam Sabilillah

MALANG, NewMalangPos – TK Islam Sabilillah (TKIS) mengajak puluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai lembaga untuk belajar bersama. Mereka diundang untuk bergabung dalam kegiatan Student Gathering Virtual Field Trip. Di kegiatan ini anak-anak PAUD diajak berkunjung secara virtual ke Taman Belajar J-Bound yang ada di Bogor. 

Di kegiatan yang digelar secara virtual ini anak-anak PAUD menerima banyak materi yang bersifat kontekstual. Khususnya pengetahuan tentang flora dan fauna. Terhitung ada puluhan lembaga PAUD yang ikut bergabung dalam Student Gathering Virtual Field Trip ini.

Antara lain PAUD Permata Iman 1, PAUD Terpadu Anak Saleh, Pos PAUD Kamboja, Global KIDS, PAUD Nusa Bangsa, Tarbiyatul Athfal Cut Nyak Dien, Amanah Bunda, KB Aisyiyah 26, KB Muslimat Hajjah Maryam, KB Iqra, PAUD Asparaga, KB Restu 1, KB Baitul Makmur, RUTABA, KB Permata Iman 2, Paud Cahaya, Paud Al-Ghoniya, KB Restu 2, Paud Kasih Sayang, KB-TK Islam Cendikia Agung, KB Al-Yaklu, KB Al-Ikhlas , Paud Permata Kasih , KP Plus Anak Muslim dan lain-lain.    

Baca Juga :  BTN Malang Beri Beasiswa Mahasiswa Asing Polinema

Field Trip sendiri merupakan agenda rutin akademik TK Islam Sabilillah. Di program ini siswa diajak untuk berwisata sekaligus belajar tentang banyak hal di luar kelas. Baik yang berkaitan dengan sains, teknologi, ekonomi, sejarah dan lain-lain.

VIRTUAL: Seorang guide memandu secara daring kegiatan Student Gathering Virtual Field Trip

Waka TK Islam Sabilillah Malang Sumarni, S.Hum menjelaskan, field trip memberikan banyak hal baru bagi siswa. Program ini sebagai penguatan terhadap materi pelajaran di kelas. Jika biasanya disampaikan secara teori oleh guru, di kegiatan field trip siswa dapat melihat, merasakan dan menyentuh langsung objek yang diajarkan.

“Misalnya melihat secara langsung kereta api atau pesawat serta bagian-bagian layanan transportasi yang ada di bandara atau stasiun. Demikian juga dengan tema-tema lain yang berkaitan dengan binatang dan yang lainnya,” ujar Arni, sapaan akrabnya. 

Saat pandemi seperti ini, program field trip tidak lantas berhenti. Guru-guru TK Islam Sabilillah menyajikan dengan cara yang berbeda. Teknisnya berganti dengan memanfaatkan teknologi secara online. Sehingga namanya menjadi virtual field trip. Belajar dan berwisata secara virtual atau daring menggunakan kanal zoom secara live.

Baca Juga :  Aturan Ketat PTM, Sekolah Dua Jam

Arni mengungkapkan, meskipun digelar secara daring, kegiatan ini berlangsung dengan sangat interaktif. Para siswa begitu antusias dengan program ini. Field trip ataupun virtual field trip tidak hanya untuk bersenang-senang. Tujuan utama tetap pada edukasi.

Nilai wisata menjadi tambahan bagi siswa agar tidak jenuh selama pembelajaran. Dari metode ini, anak-anak TK Islam Sabilillah mendapat pengalaman yang bermakna secara kontekstual. “Karena disitu siswa diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran,” jelasnya.

Pembelajaran kontekstual yang dikemas dalam kegiatan field trip ini juga dikenalkan kepada siswa-siswi PAUD khususnya yang ada di Malang. Tujuannya untuk mengenalkan program-program pendidikan yang ada di TK Islam Sabilillah. “Kami tunggu untuk bisa bergabung dengan kami. Selagi masih ada kesempatan untuk mendaftar di TK Islam Sabilillah,” ungkapnya.

TKIS masih membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Masyarakat yang berminat untuk memasukkan putra-putri mereka diimbau untuk segera melakukan pendaftaran. Karena kuota peserta didik baru tersisa tinggal lima kursi saja.

Baca Juga :  Raih Peringkat Tiga Uji Kompetensi Regional IX

Sementara itu, guru-guru TK Islam Sabilillah terus melakukan inovasi baru dalam pembelajaran. Cara-cara kreatif terus dilakukan, terutama selama masa pembelajaran jarak jauh (PJJ). Agar materi dan metode ajar tetap menyenangkan meskipun secara daring.

Dan itu sudah dibuktikan dengan bermacam pola variasi pembelajaran virtual. Media aplikasinya pun disiapkan dengan fitur-fitur canggih, mudah dan lengkap. Orang tua tidak perlu khawatir aktivitas kerjanya banyak tersita karena mendampingi anaknya belajar.

Smart Digital Learning, aplikasi belajar yang digunakan TKIS sudah didesain sesederhana mungkin agar siswa bisa belajar mandiri.  Sehingga benar-benar tidak rugi sekolah di TKIS. Meskipun daring dari rumah tidak mengurangi kualitas belajar anak-anak. “Mudah sekali, anak saya cukup dijelaskan sekali sudah bisa belajar sendiri di depan laptop,” ucap Ashes Whyndita Dewi, orang tua Rahmandhiyo Affan, siswa TKIS. (imm)