Strawberry Supermoon Unik Muncul Besok, Terakhir di Tahun 2021!

Strawberry Supermoon Unik Muncul Besok, yang Terakhir di Tahun 2021/ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Jakarta, NewMalangPos – Fenomena strawberry supermoon atau bulan purnama stroberi akan muncul pada Kamis, 24 Juni 2021 mendatang. Sayangnya, supermoon kali ini merupakan yang terakhir di tahun 2021.

Menurut NASA, selama 2021 terjadi empat kali supermoon. Supermoon pertama muncul pada Maret, yang kedua di bulan April, yang ketiga di bulan Mei lalu dan yang terakhir, yakni strawberry supermoon yang jatuh pada 24 Juni 2021.

“Selama bulan purnama, matahari, bumi, dan bulan berjejer sepanjang garis 180 derajat. Tetapi karena orbit bulan sedikit berbeda dari Bumi (berjarak 5 derajat dari bidang orbit Bumi), biasanya bulan sedikit lebih tinggi atau sedikit lebih rendah dari bayangan Bumi, yang memungkinkan cahaya matahari untuk menerangi sepenuhnya sisi bulan yang menghadap ke bumi,” kata seorang komunikator sains NASA, Andrea Jones kepada Live Science dalam sebuah wawancara daring, dilansir dari Detik News, Rabu (23/6).

Baca Juga :  Vaksinasi Berlanjut, Personel Mabes Polri-Wartawan Ikut Disuntik

Mengenal strawberry supermoon

Melansir dari USA Today dan Live Science, Rabu (23/6/2021), strawberry supermoon akan menghiasi langit mulai Rabu usai tenggelam matahari hingga Kamis di seluruh dunia. Meski namanya supermoon, sebenarnya bulan purnama yang akan terjadi ini bukanlah yang terbesar di tahun 2021.

Sepanjang tahun 2021, super blood moon yang jatuh pada Mei lalu merupakan yang terbesar. Bulan purnama ini juga dibarengi dengan gerhana bulan.

Istilah ‘supermoon’ sendiri diciptakan oleh seorang astrolog pada tahun 1979 dengan definisi posisi bulan yang lebih dekat dari bumi dari biasanya. Supermoon bisa berukuran hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari bulan purnama biasa.

Baca Juga :  CPNS STAN Tak Mau Ikatan Dinas Wajib Pulangkan Uang Sekolah

Rata-rata, bulan berada 240.000 mil (386.000 kilometer) dari Bumi. Namun, selama orbit bulanannya saat ini, bulan akan berada paling dekat dengan Bumi (pada perigee) mulai Rabu ini, yakni sekitar 223.600 mil (359.800 km).

Meski dinamakan Strawberry Supermoon, masyarakat yang menyaksikan tak akan menemukan warna merah seperti stroberi pada umumnya. Strawberry Supermoon akan tampak berwarna kuning atau oranye.

Lalu Kenapa Disebut Strawberry Supermoon?

Menurut Almanak, istilah Strawberry Supermoon muncul karena pada bulan-bulan ini, masyarakat di timur laut Amerika Serikat dan sebagian Kanada timur memanen stroberi yang matang. Salah satunya adalah suku Algonquin.

Sementara itu, orang Eropa juga menyebut fenomena ini sebagai bulan Mawar, karena bunga tersebut mekar di bulan Juni. Bulan purnama stroberi juga disebut “bulan panas” karena kerap muncul tepat sekitar awal musim panas.

Baca Juga :  Kasus Parodi Indonesia Raya, WNI Usia 11 Tahun Ditangkap di Sabah

Kapan Strawberry Supermoon Dimulai?

Bulan purnama yang terjadi pada bulan Juni ini akan mencapai puncak pada Kamis sekitar pukul 14:40 EDT. Namun, masyarakat bisa menyaksikan di seluruh wilayah di Indonesia mulai Rabu, 24 Juni 2021 sekitar terbenamnya matahari hingga keesokan harinya.

Bulan purnama stroberi ini akan menjadi supermoon terakhir tahun 2021. Total ada 4 supermoon yang menghiasi langit sepanjang tahun ini.

“Sebenarnya ada perbedaan pemahaman terkait kapan bulan purnama cukup dekat dengan bumi untuk memenuhi syarat sebagai supermoon. Perbedaan ini terjadi lantaran penggunaan ambang batas yang sedikit berbeda,” kata NASA.

“Karena orbit bulan bukanlah lingkaran yang sempurna, bulan terkadang lebih dekat ke Bumi daripada di waktu lain selama orbitnya.” lanjut NASA. (izt/imk/dtk/ley/nmp)