Stok Dosis Pertama Habis, Vaksinasi Massal Tertunda

Pemkot Malang menunggu tambahan stok vaksin untuk vaksinasi warga Kota Malang yang belum tervaksin Covid-19. (NMP-M Mansyur)

MALANG, NewMalangPos – Vakisinasi massal yang direncanakan Pemkot Malang setiap akhir pekan, masih belum dapat digelar.

Karena vaksin Covid-19 untuk dosis pertama sudah habis. Hanya tersisa 40.166 dosis untuk mereka yang akan vaksin kedua. Pemkot Malang masih menunggu kedatangan vaksin kembali dari Pemprov Jatim.

Hingga dosisi vaksin pertama habis, capaian vaksinasi Kota Malang pun masih di angka 58 persen. Vaksinasi mulai tahap pertama yang telah diberikan kepada warga Kota Malang total ada 378.276 dari total 654.692 sasaran. Rinciannya, ada 301.621 warga telah menerima vaksin dosis pertama. Sedangkan dosis kedua sebanyak 76.655 warga.

Baca Juga :  Pengajian Majelis Ta’lim Qurrota A’Yun TP PKK Kota Malang

“Kami belum dapat kejelasan dari pusat, bukan provinsi, karena provinsi juga menunggu. Sampai sekarang masih belum ada kejelasan informasinya. Faktornya bukan kita tidak mau melaksanakan (vaksinasi Covid-19) tapi memang ketersediaan vaksinnya yang belum ada,” kata Wali Kota Malang Sutiaji saat membeberkan capaian penanganan covid-19, Kamis (29/7) di hadapan anggota DPRD Kota Malang secara virtual.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun hingga saat ini masih terus berupaya agar distribusi vaksin bisa segera diberikan dari pemerintah pusat. Mengingat antusiasime masyarakat di Kota Malang cukup tinggi untuk mendapatkan vaksin.

Baca Juga :  BKSDA Periksa Tengkorak Diduga Hewan Langka

Menurut orang nomor satu di Kota Malang ini, kebijakan akan percepatan vaksinasi guna tercapainya herd immunity 70 persen dari jumlah penduduk bergantung dari pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan segera dapat lagi (dropping vaksin Covid-19). Sekarang yang ini hanya vaksin untuk dosis kedua,” tandas pria kelahiran Lamongan ini.  

Terpisah,  anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Harvard Kurniawan menyoroti kebijakan Pemkot Malang yang tidak tegas dan responsif terutama dalam memulihkan kondisi. Pemkot Malang dianggap lambat dalam percepatan vaksinasi dengan tidak segera menggunakan fasilitas aset pemda untuk mempercepat vaksinasi, seperti GOR atau gedung kampus.

Baca Juga :  Arif Emosi Soal Reklame Pesawat di Forum Paripurna, Bongkar!

“Pertama kapan vaksinasi ini selesai? 3 bulan? Setahun ini? Targetnya seperti apa? Kebijakan Pemkot mempercepat ini seperti apa. Yang saya lihat selama ini vaksinasi gencar dari pihak lain seperti Serbu Vaksin TNI Polri,” tegasnya. (ica/aim)

artikel Pilihan