STIKES Widyagama Husada, Beri Beasiswa Para Hafidz Quran

TEKUN: Para mahasiswa hafidz dan hafidzah STIKES Widyagama Husada saat setoran hafalan quran kepada guru pembimbing.

NEW MALANG POS, MALANG – Tidak banyak kampus kesehatan yang membuka peluang beasiswa kepada para penghafal Alquran. Kebanyakan biasanya dibuka oleh kampus berbasis Islam. Tapi STIKES Widyagama Husada memberikan peluang khusus bagi para hafidz quran (penghafal quran).

Kampus ini memberikan beasiswa kepada lulusan SMA sederajat yang memiliki hafalan quran. Dan program ini sudah berjalan tiga tahun, atau sudah dua angkatan. Yang terbaru STIKES Widyagama Husada menerima mahasiswa baru program tahfidz sebanyak dua mahasiswa. Mereka adalah Nor Khuzaima Prodi S-1 Keperawatan dan Siti Asiyah Prodi D3 Kebidanan.

Kabag Humas Informasi dan Marketing, STIKES Widyagama Husada Choirina Mafilindasari S.Pd. MM., mengatakan program beasiswa tahfidz dibuka sebagai bentuk kepedulian STIKES Widyagama Husada kepada para penghafal Quran. Kampus ini memberikan fasilitas kepada mereka yang ingin melanjutkan studi di Perguruan Tinggi, khususnya Bidang Kesehatan. “Program ini kami mulai tahun 2020, dan responnya cukup bagus,” katanya.

Baca Juga :  Unisma Buka Jejaring dengan New Zealand

Syarat untuk mendapat beasiswa calon mahasiswa harus hafal Alquran minimal lima juz. Mereka yang berminat program ini rata-rata lulusan SMA Tahfidz yang ada di berbagai daerah di Indonesia.

Di STIKES Widyagama Husada nantinya dapat memilih sendiri guru pendamping untuk tahfidznya. “Kami menggandeng para ustadz tahfidz yang ada di Malang,” ujar Rina, sapaan akrabnya.

Ia menuturkan, para mahasiswa yang antusias mengikuti program beasiswa ini adalah mereka yang berkeinginan besar untuk mengabdi di bidang kemanusiaan. Namun tidak sampai menghentikan semangat mereka dalam menghafal Alquran. “Kami berharap setelah mahasiswa lulus S1 hafalannya juga bisa tuntas 30 juz,” tambahnya.

Baca Juga :  BK SMK PIM Gelar Webinar Penguatan Kesehatan Mental

Ia mengungkapkan para dosen akan mengawal mahasiswa tahfidz agar mencapai hasil studi yang memuaskan. Artinya meskipun sehari-hari disibukkan dengan menghafal ayat suci tetapi tidak sampai meninggalkan kewajiban belajar sebagai mahasiswa.
Pada kenyataannya, Rina bersyukur mahasiswa yang tergabung dalam kelompok tahfidz rata-rata memiliki prestasi akademik yang menggembirakan. Mereka telah membuktikan kemampuan berpikirnya melebihi dari yang lain.

“Alhamdulillah mahasiswa tahfidz angkatan pertama, Prodi Kebidanan dan Prodi Keperawatan IPK nya bagus semua. Ternyata memang ada korelasi antara kecerdasan berpikir dengan menghafal Alquran,” terangnya.

Mahasiswa program tahfidz mendapatkan beasiswa full sampai lulus. Termasuk juga biaya asramanya. Total hingga tahun kedua ini sudah ada empat mahasiswa hafidz quran di STIKES Widyagama Husada.

Baca Juga :  Mahasiswa UMM Bangun Green Corner di Sukoharjo

STIKES Widyagama Husada akan terus berkomitmen untuk memberikan peluang dan kesempatan bagi para penghafal Alquran. “Berapapun mahasiswa tahfidz akan kami terima asalkan masuk kriteria. Karena itu komitmen kami untuk memberikan fasilitas pada mereka,” kata dia.

Sementara itu, Nor Khuzaima mahasiswa baru yang diterima program beasiswa tahfidz menyampaikan rasa senangnya bisa lolos program ini. Sebagai mahasiswa dari keluarga biasa dirinya punya cita-cita untuk kuliah di kampus kesehatan.

“Jarang sekali kampus kesehatan itu membuka peluang beasiswa, karena biaya studinya mahal. Saya bersyukur bisa mendapatkannya di kampus ini. Saya ingin mengharumkan nama STIKES Widyagama Husada dengan barokahnya Alquran, insyaAllah,” ungkapnya. (imm/udi)

artikel Pilihan