STIKes Panti Waluya Malang, Hadapi New Normal, Wujudkan Desa Tangguh

KOMPAK: Para dosen STIKes Panti Waluya Malang saat kegiatan pengabdian pada masyarakat di Dusun Pandansari Krajan Desa Poncokusumo. (FOTO : IST)

MALANG, NewMalangPos – Pembelajaran tatap muka yang kini telah diterapkan pemerintah mendapat perhatian dari dosen Prodi Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang. Kegiatan belajar tatap muka di tengah pandemi covid-19 perlu dilaksanakan dengan serius dan penuh kehati-hatian. Apalagi ini berkaitan dengan masa depan generasi bangsa.

Karenanya, dalam sebuah program pengabdian kepada masyarakat tim dosen Prodi Keperawatan STIKes Panti Waluya melaksanakan penyuluhan. Tim ini dibagi menjadi dua. Kelompok pertama adalah Ns. Monika Luhung, S.Kep.,M.Kes dan Ns. Febrina Secsaria Handini, M.Kep.

Penyuluhan dilakukan di TK-RA Muslimat dan PAUD Cerdas Ceria Dusun Pandansari Krajan Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang. Materinya tentang penerapan protokol kesehatan menuju new normal di lingkungan sekolah. Targetnya adalah guru dan orang tua siswa. Dalam hal ini orang tua siswa dipersiapkan sebagai support sistem terdekat dari siswa usia preschool saat di rumah.

Baca Juga :  LPI Sabilillah Malang Gelar Istighotsah Virtual, Berikutnya Doa Bersama

Sedangkan guru-guru yang melakukan pembinaan di sekolah. Keduanya harus saling menguatkan agar prokes dapat terjaga dengan baik. “Upaya kami ini tidak lain untuk mempersiapkan TK-RA Muslimat dan PAUD Cerdas Ceria menuju New Normal atau sekolah offline sesuai dengan wacana yang telah disampaikan oleh pemerintah,” ujar Ns. Monika Luhung, S.Kep., M.Kes.

Monika memaparkan, dalam kegiatan penyuluhan tersebut ada beberapa topik yang diberikan kepada orang tua dan guru. Yaitu tentang cara perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan yang benar, penggunaan dan pengelolaan masker, menjaga jarak antar-individu. Selain itu tentang protokol kesehatan yang harus dilakukan baik oleh guru maupun siswa sebelum memasuki area sekolah.

Materi disampaikan tidak hanya dalam bentuk teori. Tetapi juga praktik. Guru, orang tua bahkan siswa yang bergabung dalam kegiatan ini mempraktikan cuci tangan yang benar. “Selain dengan air juga dengan handsanitizer yang sudah kami bagikan. Semua mengikuti dengan antusias dan responnya sangat baik”, ungkap Monika.

Baca Juga :  Keren, OSPIS Virtual

Selain tentang cara menerapkan protokol kesehatan di era new normal, tim dosen STIKes Panti Waluya juga memberikan edukasi kepada warga terkait kesiapan dalam menghadapi bencana alam di era pandemi. Materi ini disampaikan oleh dosen kelompok kedua. Yaitu Ns. Sulistyono, M.Kep, Ns. Oda Debora, M.Kep dan Ns. Achmad Syukkur.

Para dosen memandang bahwa persiapan ini perlu dilakukan karena bencana dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, terutama di masa pandemi. “Dusun pandansari ini merupakan salah satu daerah yang terdampak kalau terjadi letusan gunung semeru atau bromo.”, ujar Ns. Oda Debora, M.Kep.

Dalam kegiatan ini tim dosen mengadakan kegiatan pendampingan bagi warga yang tergabung dalam kelompok relawan balakarcana. Materinya tentang operasional dapur umum dan kebutuhan gizi di masa bencana dengan memperhatikan kondisi pandemi. Selain itu juga disampaikan tentang kebutuhan gizi pada setiap tahap usia.

Baca Juga :  Guru Agama Katolik Harus Lebih Terampil dengan IT

Oda Debora menyampaikan bahwa kebutuhan gizi pada setiap tahap usia tidaklah sama. Terutama pada kondisi bencana. Pasti ada kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi. Sehingga para relawan harus mampu mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan gizi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. “Para relawan terutama dari kalangan ibu-ibu, memiliki insting untuk memelihara kesehatan keluarganya, maka dari itu mereka harus memiliki bekal dasar tentang kebutuhan gizi,” tuturnya.

Pemerintah desa sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan pada Bulan Januari sampai Februari 2021 tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa bisa kembali dilaksanakan. Dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan ilmu pengetahuan dan aplikasi praktis yang dibutuhkan masyarakat. Tujuannya untuk membangun desa agar lebih maju dan menjadi desa tangguh. (imm/sir/)