Status Pengusutan Naik Penyidikan

47

Usut Kasus Dua Mahasiswa UIN Tewas

NewMalangPos – Status pengusutan kasus dua mahasiswa UIN tewas dalam Penerimaan dan Pembaiatan Anggota Baru (PPAB) UKM Pencak Silat Pagar Nusa naik ke penyidikan. Artinya kini tinggal menunggu tahapan penetapan tersangka.

Kasatreskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus mengatakan upaya penegakan hukum didasarkan pada pasal 359 KUHP.  Diduga terdapat adanya kelalaian, hingga menyebabkan seseorang kehilangan nyawanya.

Namun demikian, penyidik Polres Batu belum bisa menaikkan status dari beberapa pihak yang diperikasa menjadi tersangka. Alasannya masih  memerlukan data-data kuat sehingga menjadi alat bukti.

Seperti diberitakan sebelumnya dua mahasiswa UIN Malang tewas dalam rangkaian kegiatan PPAB UKM Pencak Silat Pagar Nusa di Coban Rais Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu, Sabtu (6/3) lalu. Dua korban tewas yakni Moh Faisal Lathiful Fakhri,  mahasiswa jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, asal Lamongan. Satunya lagi Mifta Rizki Pratama, asal Bandung jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Kegiatan tahunan itu tak berizin.

Lebih lanjut Jeifson mengatakan untuk sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut kasus tersebut. “Kami sudah periksa sekitar 35 orang sebagai saksi. Di antaranya terdiri dari panitia, peserta, pihak kampus dan masayarakat setempat yang berada di lokasi kejadian saat itu,” ungkapnya.

Dari 35 saksi yang diperiksa, terdapat 20 peserta PPAB, yang saat itu juga berkegiatan bersama dengan kedua korban yang meninggal dunia. Sekarang tinggal menunggu kepastian pelaksanaan otopsi.

“Keluarga (sebelumnya) sudah memberikan surat penolakan otopsi. Tetapi setelah pendalaman kasus ini kemudian keluarga mengizinkan dilakukan otopsi. Kami akan lakukan otopsi untuk menguatkan dugaan dan alat bukti,” tandas Jeifson.

Namun demikian Jeifson menyampaikan tidak ingin menambah kesedihan keluarga korban, apabila dipaksakan otopsi. Ia berharap upaya hukum yang dilakukan sekarang tak memperkeruh dan memperkalut suasana hati keluarga korban.

Saat ini Satreskrim Polres Batu masih berkoordinasi dengan dua tempat pelayanan kesehatan, yang memberikan pertolongan pertama terhadap korban. Diharapkan bisa mendapatkan keterangan pasti, apakah penyebab utama kematian dua mahasiswa itu.

Keterangan tersebut dapat didasarkan pada saat dilakukannya penanganan kali pertama, oleh dokter atau perawat di puskesmas dan rumah sakit yang menangani. Polisi juga menjadwalkan bertemu keluarga korban asal Lamongan, Moh Faisal Lathiful Fakhri, Sabtu (13/3) besok.  Tujuannya mendengar keterangan tambahan. Rencana yang sama juga dengan keluarga Mifta Rizki Pratama. Namun belum memberi jawaban.  (dj7/van)