SRIKANDI UDARA, JAYALAH SELALU!

“Wanita Angkatan Udara Republik Indonesia

Siap laksanakan tugas mulya, pembela ibu pertiwi…

Sedia korbankan jiwa raga, menjunjung tinggi harkat wanita

setia pada Pancasila, Perjuangan kita pasti jaya…”

(Mars WARA – bait 1)

NewMalangPos – Mars yang menjadi kebanggaan dan semangat bagi Wara ini mulai tak asing terdengar dan muncul di laman YouTube tepatnya channel HUT Wara ke-58 sejak awal Agustus 2021. Video-video seruan gegap gempita dan gagah yang dinyanyikan oleh vokal grup Wara seluruh jajaran TNI AU seluruh Indonesia merupakan giat lomba dalam rangka memperingati HUT ke 58 Wara pada tanggal 12 Agustus 2021 ini.

           Hampir enam dekade usia Wanita Angkatan Udara (Wara) Indonesia di tahun 2021 ini. 58 merupakan usia kematangan Wanita Udara Indonesia yang telah mengarungi berbagai gelombang arus zaman. Jauh sebelum kelahirannya, para pejuang wanita sudah memberikan jiwa dan raganya untuk turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

           Sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, lahir berbagai organisasi, laskar-laskar atau badan-badan perjuangan bersenjata yang keanggotaannya terdiri dari kaum Wanita seperti Perwari (Persatuan Wanita Republik Indonesia), LASWI (Laskar Wanita Indonesia) di Bandung, Barisan Puteri di Jakarta,  LPI (Laskar Puteri Indonesia) di Surakarta, WPP (Wanita Pembantu Perjuangan) di Yogyakarta dan masih banyak lagi yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

HEBAT DAN INSPIRATIF

Baca Juga :  Terseret Komentar Negatif

            Sebagai prajurit TNI Angkatan Udara, Wara dituntut bersikap tegas, berani, disiplin dan bertanggungjawab. Wara harus mampu bersikap santun, berbudi pekerti yang luhur dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya wanita Indonesia. Seorang Wara tidak diperkenankan melupakan kodratnya sebagai per-empu-an (empu= tuan, ahli, mampu).(magdalene.co 6/1/21). Mampu menjadi istri dan juga menjadi ibu. Sebuah tuntutan yang berat namun sangat luhur ini harus mampu diemban oleh seorang Wara.

           Seiring perkembangan zaman, Wara juga diharapkan mampu untuk menjadi pilar yang tidak gagap teknologi di era 4.0 ini. Era digitalisasi merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan terus mengembangkan profesionalismenya; potensi diri, kemampuan dan juga kinerja.

           Tak dapat dipungkiri bahwa Wara mempunyai peran yang sangat penting dalam pengabdiannya pada bangsa Indonesia. Potensi dan peran Wara sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing telah dapat menunjukkan kontribusinya yang sangat besar bagi negara.

           Kini telah banyak Wara yang mampu menjadi teknisi pesawat dan armament, navigator, penerbang (helikopter, pesawat angkut dan pesawat tempur), menjadi tenaga kesehatan dan menjadi pasukan perdamaian dalam misi perdamaian dunia.

           Dalam sarasehan virtual menyambut HUT ke 58 Wara yang bertemakan “Wanita Hebat, Wanita Inspiratif” Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Marsudi, S.I.P., LL.M. mengatakan Perempuan harus saling memberdayakan, saling memberikan dukungan dan inspirasi serta tidak ragu berbagi pengalaman dengan lainnya.

Baca Juga :  Merindukan Kembali Sekolah

           Perempuan, lanjut Retno, harus mampu membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga agar tetap dapat melakukan tanggung jawab yang diberikan, di mana ambisi yang dimiliki harus diselaraskan dengan lingkungan, khususnya keluarga. Hal tersebut adalah kunci penting ketika menjalankan profesi apapun, karena tanpa dukungan keluarga tidak akan mencapai posisi yang diduduki saat ini.” (jabarprov.go.id 4/8/2021)

PEJUANG DI MASA PANDEMI

           Perjuangan Wara di masa pandemi Covid-19 ini juga merupakan sebuah jawaban tantangan seorang prajurit TNI Angkatan Udara yang militan, inovatif dan profesional. Tak sedikit Wara yang berkarya sebagai tenaga kesehatan; dokter dan perawat bekerja keras dalam memerangi penyebaran virus ini bahkan hingga harus bertaruh nyawa dengan mengedepankan totalitas pelayanan pada masyarakat. Dengan sigap mereka turun ke bawah atau turba melayani para pasien penderita Covid-19 dan berperan aktif dalam kegiatan “Serbuan Vaksinasi” Covid-19 bagi masyarakat luas.

           Pater Wara TNI AU Lanud Abdulrachman Saleh Malang  yang menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit dr. M. Munir; Kolonel Kes. dr. Ari Putriani, SP. PK. merupakan sosok hebat dan inspiratif yang mendedikasikan diri secara penuh pada negara dan masyarakat. Di tengah kesibukan sebagai Kepala Rumah Sakit beliau selalu hadir dan turut terlibat dalam penanganan kesehatan di lapangan, terlebih di masa pandemi.

           Ketika menerima tugasnya sebagai Kepala Rumah Sakit TNI AU Lanud Abdulrachman Saleh Malang  pada Juni tahun 2020 lalu dengan rendah hati beliau mengatakan sesungguhnya semua yang kita merasa memiliki di dunia ini; hanyalah titipan. Berbekal hati gembira dan sebaris quote Mother Theresa: “Berikan tanganmu untuk melayani, dan berikan hatimu untuk mengasihi”  beliau telah hadir menjadi sosok Wara garda depan dalam memberikan dedikasi tinggi sebagai prajurit TNI Angkatan Udara.

Baca Juga :  Euro

SRIKANDI UDARA

           Srikandi adalah “Wonder Woman” nya Indonesia. Srikandi adalah seorang tokoh dalam kisah pewayangan yang sakti mandraguna, mempunyai ilmu kanugrahan tinggi, ahli memanah, kuat dan mandiri. Wara digambarkan sebagai “Srikandi Udara” karena merupakan sosok yang tangguh dalam profesionalisme tugasnya sekaligus sosok yang menjunjung tinggi harkatnya sebagai per-empu- an dalam kehidupannya.

           Wara diharapkan menjadi sosok inspiratif yang berkualitas untuk saat ini dan di masa yang akan datang yang tak lekang oleh waktu dan tak tergerus oleh perkembangan zaman, terlebih dalam tantangan era digital 4.0 dan society 5.0.

           Dengan kebulatan tekad di bawah naungan Swa Bhuwana Paksa (doktrin atau ajaran dan sekaligus lambang TNI Angkatan Udara), Wara diharapkan menjadi sosok wanita utama pembela Ibu Pertiwi dan pengemban utama perjuangan kaum wanita yang profesional, militan dan inovatif.

           Selamat Hari Ulang Tahun Wara “Srikandi Udara” ke-58, Jayalah selalu! (*)

Pilihan Pembaca