SMK PGRI 3 Malang Peduli Bantu Delapan Keluarga Siswa Korban Bencana Gempa

bantuan gempa
SMK PGRI 3 Malang menyalurkan bantuan bagi keluarga siswanya yang terdampak gempa bumi di Malang Selatan, dengan tajuk SKARIGA Peduli Bencana Alam.

MALANG, NewMalangPos – Sebagai respon atas terjadinya musibah gempa yang melanda wilayah Malang bagian selatan, SMK PGRI 3 Malang menyalurkan bantuan bagi warga terdampak dengan tajuk SKARIGA Peduli Bencana Alam, Selasa (4/5).

Total sebanyak 125 sak semen dan 100 paket sembako dikirimkan secara langsung dua tim yang dibentuk SMK PGRI 3 Malang kepada penerima bantuan.  Kabid Kreatif Promotion SMK PGRI 3 Malang Riyandi Agung Saputro mengatakan, sasaran dari bantuan tersebut warga terdampak bencana yang merupakan siswa didiknya. Ada delapan siswanya yang menjadi korban dan rumahnya mengalami kerusakan dari kategori rusak ringan hingga rusak berat.

“Begitu peristiwa tersebut terjadi, kami langsung segera melakukan tracing karena siswa kami banyak menyebar dari sana. Setelah dari tim melakukan survei, kami mendapatkan aktual data apa saja kerusakannya termasuk identitas nama, lokasi persisnya dimana,” ujar Riyan, panggilan akrabnya kepada New Malang Pos, Rabu (5/5) kemarin.

Baca Juga :  Matsama Dukuh Orientasi Gaya Baru Pembelajaran MTsN 6 Malang

Kedelapan siswa tersebut tersebar di beberapa wilayah, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Dampit, Kecamatan Tirtoyudo, Kecamatan Ampelgading hingga Pronojiwo, Lumajang. Berdasarkan survei yang telah dilakukan, jenis bantuan yang paling dibutuhkan untuk saat ini memang merupakan material bangunan untuk memperbaiki hunian. Disamping tentunya sembako.

“Bantuan ini dari sekolah, kemudian juga dari Bazis (Badan Amil Zakat Infaq Sedekah) sekolah kita alirkan juga. Selain itu kita juga open donasi dari guru karyawan. Dari dana yang terkumpul, lalu segera diwujudkan sesuai kebutuhan prioritas dalam bentuk semen 80 persen, dan sisanya dalam bentuk paket sembako,” jelas Riyan.

Menurutnya, musibah gempat tersebut memang menyisakan kesulitan bagi siswa terdampak. Saat itu sebenarnya para siswa tengah bersiap untuk melakukan pembelajaran tatap muka di awal pekan. Akibat gempa, Riyan memahami para siswa tersebut juga membutuhkan waktu untuk pemulihan. Tidak hanya fisik tapi juga non fisik atau psikologisnya.

Baca Juga :  Tanpa Lomba, ASN BKPSDM Kabupaten Malang Rayakan Hari Kartini dengan Bagi Bunga

“Kami tentu memahami dimana saat itu terjadi hari Sabtu sedangkan Seninnya itu rencana tatap muka. Sehingga saat kejadian, tentu anak-anak tidak terpikir untuk sekolah. Namun kami juga mendengarkan keluh kesah orang tua, intinya mereka menginginkan bagaimana anaknya supaya tetap bisa sekolah,” ungkap Riyan.

SMK PGRI 3 Malang sebelumnya juga selalu berpartisipasi aktif melakukan kegiatan sosial di saat terjadi bencana. Tidak hanya berupa bantuan dana atau barang, namun juga dalam bentuk tenaga.

“Di sini di SMK PGRI 3 Malang sebenarnya tidak ada tim khusus, tapi murni karena berangkat dari sebuah kepedulian.  Seperti dulu tahun 2018 kami juga sempat mengirimkam relawan teknis, mengajukan Kemendikbud untuk siap dikirim ke bencana saat itu di Lombok dan relawan kami berpartisipasi di servis motor dan pembenahan listrik di lokasi bencana. Karena kebetulan kami ada kelas PLN,” sebutnya.

Baca Juga :  Kalam Kudus Makin Bersinergi Wujudkan Siswa Berkarakter

Pihaknya  menginginkan agar kedepan bantuan semacam ini dapat terus berlanjut. Selain untuk semakin mempererat keharmonisan juga untuk meningkatakan rasa kepedulian.

“Harapan terutama yang pasti kepada mereka saya berpesan agar tidak putus asa dan dapat mengambil hikmah, bisa introspeksi diri. Terlebih misi kita menyelamatkan anak-anak juga bisa dilanjutkan. Kami juga berharap selalu terpupuk jiwa kepedulian, semakin solid, rekat, baik itu orang tua siswa atau wali murid sehingga menjadi suatu keharmonisan,” pungkasnya. (ian/aim)