SMA Katolik St. Albertus (Dempo) Ada Kenduri, Ajarkan Siswa Bersyukur

PEMBINA: Kepala SMA Katolik St. Albertus (SMA Dempo) Rm. Ignatius Abadi, O.Carm, menyampaikan amanat dalam upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI

MALANG,NewMalangPos – Kepala SMA Katolik St. Albertus (SMA Dempo) Rm. Ignatius Abadi, O.Carm, kemerdekaan merupakan anugerah dan rahmat dari Tuhan untuk bangsa Indonesia. Karenanya Ia berpesan kepada anak didiknya untuk bersyukur. Hal itu disampaikan saat dirinya menjadi pembina Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI, beberapa waktu lalu.

“Kita harus bersyukur akan nikmat dan rahmat Tuhan karena telah memberikan kemerdekaan dan kepada seluruh rakyat Indonesia dan kita bisa menikmati kemerdekaan hingga saat ini,” katanya saat menyampaikan amanat.

Baca Juga :  Unika Widya Karya Siap Berpacu Membalik Arus

Dalam kesempatan tersebut Romo Abadi juga menyampaikan begitu pentingnya peran pahlawan yang telah berjasa dalam kemerdekaan. Kemerdekaan Bangsa Indonesia merupakan hasil pengorbanan orang-orang yang mencintai Ibu Pertiwi.

Dan dalam situasi pandemi, Romo Abadi mengajak keluarga SMA Dempo untuk kompak bersatu padu dan pantang menyerah untuk menghadapi pandemi ini. “Saya mengajak untuk memaknai kemerdekaan dengan cara menjadi pribadi yang bertanggung jawab untuk diri sendiri maupun untuk orang lain,” ucap Rm. Abadi.

Ia menerangkan tanggung jawab masing-masing pribadi sangat menentukan SMA Dempo menjadi sekolah yang mengutamakan komunitas pembelajar, pemimpin cendekia berhati, berbudaya disiplin dalam doa persaudaraan serta pelayanan.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka Mulai Juli, Vaksinasi Guru Belum Selesai

Sementara itu, upacara dalam rangka momen kemerdekaan SMA Dempo dilaksanakan secara online melalui streaming Youtube di DEMPO Official, Selasa (17/8) lalu. Untuk merayakan hari kemerdekaan RI, ada banyak agenda untuk siswa. Salah satunya acara kenduri.

Wakasek Humas SMA Dempo Fransisca Ajeng Handayani S.Pd mengatakan jika acara kenduri ini dilaksanakan rutin setiap hari kemerdekaan. Yakni makan bersama secara virtual, syaratnya makanan harus khas Indonesia.

Meskipun sekedar nasi dan tempe saja, namun memiliki makna yang mendalam untuk menumbuhkan rasa syukur. Dan tidak akan mengurangi nilai kebersamaan.

Baca Juga :  Bincang Budaya, Motivasi Bagi Generasi Muda

Sebelum kondisi pandemi kegiatan ini kenduri dilaksanakan dengan nasi tumpeng di masing-masing kelas. “Kita bersyukur tetap diberi kesempatan untuk menimba ilmu meski di masa pandemi, bersyukur masih diberi kemerdekaan. Terutama dengan adanya kenduri,” ujarnya. (ae2/imm)

Pilihan Pembaca