Siswa-siswi TK Islam Sabilillah Malang, Raih Juara Pentas PAI Tingkat Jatim

NEW MALANG POS, MALANG – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa-siswi TK Islam Sabilillah Malang. Kali ini dari ajang lomba Pentas PAI Tingkat Jawa Timur.

Empat siswa meraih Juara Harapan 2 untuk Lomba Pidato Cilik (Pidacil), dan Juara Harapan 3 untuk Lomba Menyanyi.
Empat anak hebat tersebut adalah Andara Kinar Saidakila (Pidato cilik), Citra Nindya Fathiabadhi (menyanyi), Nayla Jadira Alesha (menyanyi), Kamilia Azzahra Hasdiyanti (menyanyi).

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa TK Islam Sabilillah mampu mengantarkan anak didiknya mengukir prestasi yang dapat mengharumkan nama sekolah dan Kota Malang. Karena Lomba Pentas PAI ini diikuti oleh 38 Kota se Jawa Timur. Dan Kota Malang salah satunya diwakili oleh TK Islam Sabilillah.

Waka TK Islam Sabilillah, Sumarni,S.Hum mengatakan terbilang masih di peringkat Juara Harapan, namun ia cukup memberikan apresiasi kepada anak didiknya yang telah berjuang hingga tingkat provinsi. “Memang anak-anak kami belum dapat mencapai yang terbaik, namun kami tetap bersyukur ananda masih diberi kesempatan untuk mendapatkan juara di tingkat provinsi,” ucapnya.

Baca Juga :  SSK Edukasi Awal Keluarga Berencana Bagi Siswa

Menurut Arni panggilan akrabnya, pencapaian yang dihasilkan siswa sudah membuat guru bangga. Namun, ia berharap siswa dan guru dapat meningkatkan dan memaksimalkan lebih baik untuk kedepannya. “Ini menjadi satu momentum untuk kami, guru dan anak-anak melakukan evaluasi dan terus semangat untuk mencapai hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Arni menyatakan bahwa selama proses pelaksanaan Lomba Pentas PAI ini, pihak sekolah memberikan latihan khusus dan tambahan (training center) bagi siswa. Bahkan persiapan itu dilakukan sejak sebelum pelaksanaan lomba Pentas PAI Tingkat Provinsi.

Para guru telah mempersiapkan secara matang mulai dari teknis dan lain sebagainya. “Dalam persiapan ini guru juga menyempatkan untuk sosialisasi dan kerja sama dengan wali murid agar target yang diinginkan bersama dapat tercapai,” kata dia.

Baca Juga :  Dorong Santri Sabet Beasiswa Studi di Yaman

Selama proses persiapan, Arni mengaku ada sedikit kendala. Guru belum bisa mengukur secara pasti kesiapan mental siswa. Pasalnya, latihan dan persiapan yang dilakukan selama ini dilaksanakan secara online. Sedangkan lomba di tingkat provinsi berlangsung secara offline. “Terutama di babak final yang digelar tatap muka, terkadang mental dan kepercayaan diri siswa langsung down,” jelasnya.

Karena itu, latihan untuk lomba Pentas PAI dilaksanakan secara daring dan luring. Untuk siswa Pidato Cilik berasal dari luar kota, sehingga latihan melalui online. Sedangkan untuk latihan lomba grup nyanyi dilakukan secara tatap muka,” sambungnya.

Baca Juga :  UKM Taekwondo ITN Malang, Borong Enam Medali Kompetisi Nasional

Meskipun dilakukan secara daring dan luring, Arni mengungkapkan, para siswa aktif dan semangat dalam mengikuti pelatihan. Hal itu juga karena dukungan positif dari orang tua agar anak mereka menjadi pribadi yang mandiri dan cerdas.

Mekanisme umum lomba Pentas PAI, menggunakan tema yang sudah ditentukan. Seperti Cinta Tanah Air, Cinta Rasul, Indahnya Salat, Birrul Walidain bagi pidato cilik. Sedangkan untuk lomba menyanyi dilakukan secara berkelompok yang masing-masing terdiri dari tiga siswa dalam satu kelompok.

Sebelum menuju ke babak final Tingkat Provinsi, seluruh sekolah yang ikut berpartisipasi dalam lomba pentas PAI ini harus mengirimkan video rekaman asli yang tanpa diedit.

Kemudian akan nilai serta dipilih sesuai penilaian yang bagus. Setelah melewati babak penyisihan, siswa yang menang akan mengikuti lomba ke tingkat provinsi. (sir/mg1/imm/udi)

artikel Pilihan