Simak 4 Hal Akibat dari Rachel Vennya yang Kabur dari Karantina

Selebgram Rachel Vennya tiba di Polda Metro Jaya. Dia diperiksa polisi terkait aksi kabur saat karantina di RSDC Pademangan. Rachel Vennya (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Jakarta, NewMalangPos – Kasus kaburnya Rachel Vennya dari karantina masih hangat diperbincangkan. Ternyata buntut dari kasus melebar kemana-mana. Seperti dilansir dari detikcom, Jumat (22/10).terdapat empat hal yang mendapatkan imbas dari kasus tersebut, mulai dari anggota adanya TNI yang harus dikembalikan ke kesatuan masing-masing hingga semakin ketatnya pengawasan di lokasi karantina,

1. Kodam Jaya Perketat Pengawasan

Setelah mencuatnya kasus Rachel Vennya, apel khusus digelar Kodam Jaya di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Kasdam Jaya Brigjen Bobby Rinaldi Makmun memimpin apel tersebut. Bobby mengingatkan mengenai pentingnya komunikasi antar petugas.

“Perketat komunikasi koordinasi dengan kesatuan tugas yang lain hindari masalah sekecil apapun,” kata Bobby dalam sambutan saat apel khusus di lokasi, Jumat (15/10).

Setelah kejadian Rachel Vennya kabur yang diduga dibantu oleh seorang anggota TNI, Bobby juga mengingatkan agar tidak terjadi gesekan antar sesama anggota TNI . Dia menegaskan bahwa menjadi anggota kesatuan TNI merupakan sebuah tugas yang terhormat.

“Dan tidak ada gesekan apapun. Tugas tersebut adalah kehormatan,” ucap Bobby.

Bobby lebih lanjut, meminta seluruh bawahannya melapor jika menemukan sebuah permasalahan yang terjadi di lingkungan RSDC Pademangan. “Apabila ada masalah, mohon laporkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji bakal memperketat pengawasan di sejumlah tempat isolasi terpusat di DKI Jakarta. Hal tersebut disampaikan oleh Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara. Selain memperketat mekanisme pengawasan, Pangdam Jaya juga akan melakukan evaluasi di sejumlah tempat isolasi terpusat tersebut.

Baca Juga :  Din Syamsuddin dan Geng 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

“Iya semuanya baik itu bandara, Pademangan, Wisma RSDC (Rumah Sakit Darurat COVID) dan tempat isolasi terpusat kita di Rusun Nagrak atau rusun-rusun lain akan dievaluasi. Kita akan melihat nanti Pangdam Jaya akan membuatkan mekanisme yang lebih ketat,” terang Herwin kepada wartawan, Jumat (15/10).

2. Oknum TNI Dikembalikan ke Kesatuan

Kodam jaya mengungkapkan ada dua oknum TNI yang membantu Rachel Vennya saat menjalani karantina dari RSDC Pademangan, Jakarta Utara. Kini dua oknum tersebut dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

“Jadi hasil penyelidikan staf intel ya sesuai dengan perintah Panglima (Pangdam Jaya) selaku Pangkogasgapad, yang bersangkutan dikembalikan ke satuan asal. Nanti akan diperiksa oleh Polisi Militer di satuan asalnya,” kata Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10).

Dua anggota TNI itu diketahui berinisial FS dan IG. Awalnya pihak Kodam Jaya mengungkap keterlibatan FS selaku tim satgas di Bandara Soekarno-Hatta dalam proses kaburnya Rachel Vennya saat karantina.

Penyelidikan kemudian berlanjut dan menemukan fakta keterlibatan satu anggota TNI AU lainnya, yakni inisial IG.

“Penyelidikan kemarin, pendalaman, memang ada dua oknum yang bekerja sama,” ujar Herwin.

Herwin belum memerinci peran masing-masing dua anggota TNI yang terlibat tersebut. Dia hanya menjelaskan keduanya telah dinonaktifkan dari Satgas dan dikembalikan ke satuan asal.

Baca Juga :  Menag Revisi Aturan Salat Idul Adha karena PPKM Darurat

“Jadi memang sudah dikembalikan dari Bapak Panglima Kodam. Untuk satuannya yang satgas bandara itu berasal dari Korps AU satu, kemudian untuk yang di Pademangan itu berasal dari Wing Satu Paskhas,” terang Herwin.

Terkait jeratan pidana yang bisa dikenakan kepada dua anggota TNI tersebut, Herwin enggan berspekulasi. Dia menyebut pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan di Polisi Militer.

“Nanti hasilnya oleh Polisi Militer. Sampai sekarang kita belum dapat hasil resumenya,” ujar Herwin.

3. Pangdam Jaya Evaluasi Sistem

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji memimpin evaluasi penanganan Corona atau COVID-19 di Wisma Atlet Pademangan hingga RSDC Wisma Atlet Kemayoran di tengah geger kaburnya Rachel Vennya saat karantina. Pangdam Jaya menyinggung soal ‘oknum dalam’.

Evaluasi dan arahan ini disampaikan di lantai 4 Gedung Jend Umar Wirahadikusumah Makodam Jaya, Jalan Mayjen Soetoyo, Jakarta Timur, Kamis (21/10/2021).

Pangdam Jaya selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) memberikan pandangannya terkait evaluasi sistem manajemen dan kebijakan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Wisma Pademangan dan Rusun Pasar Rumput.

“Sejauh ini, upaya kita mengawal persoalan COVID-19 sudah berjalan dengan baik dan Satgas COVID-19 sudah bekerja dengan maksimal. Semestinya dapat dipertahankan, jangan kemudian mencoreng dengan faktor kelalaian atau unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum dalam, hal ini tidak boleh terjadi,” ujar Mayjen Mulyo Aji dalam keterangan tertulis dari Pendam Jaya, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga :  HUT ke-76 RI, Google Doodle Tampilkan Ragam Seni Indonesia

Mayjen Mulyo Aji menekankan sistem kerja dan regulasi yang telah diatur dalam penanganan pandemi COVID-19. Dia meminta semua petugas memahami dan mematuhi aturan kerja.

4. Polda Metro Bentuk Satgas Awasi Karantina

Kaburnya Rachel Vennya saat karantina sepulang dari Amerika Serikat, juga diselidiki polisi. Akibat dari kasus Rachel Vennya itu, Polda Metro Jaya pun akan membentuk satgas untuk mengawasi karantina.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan Satgas itu dibentuk untuk memperketat pengawasan warga yang karantina selepas bepergian dari luar negeri. Dia menyebut pengawasan karantina akan menjadi lebih ketat.

“Tadi Pak Kapolda pun sudah sampaikan kami akan sidik (penyidikan) secara tuntas. Bahkan Satgas akan kita bentuk bersama-sama untuk mengawasi tentang karantina,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/10).

Terkait Satgas tersebut, Yusri mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan satgas yang telah dibentuk pemerintah. Pihaknya akan memastikan lewat Satgas gabungan itu aturan karantina 5 hari bagi warga yang kembali dari luar negeri, menjadi lebih ketat.

“Semuanya kita awasi. Kami satgas ini untuk mengawasi mereka-mereka yang memang harus karantina. Kita akan koordinasi dengan tim satgas pusat kan ada datanya ada manifesnya biar nanti diawasi. Kan harus masuk ke hotel. Ini Satgas kita bersama-sama,” terang Yusri.

(knv/fjp/dtk/mg8/mg1/mar/nmp)

artikel Pilihan