Siasat Kontroversi

Sugeng Winarno Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM

NewMalangPosTak sedikit orang bikin kontroversi. Demi alasan eksistensi, tak jarang orang muncul di media dengan aksi yang memicu polemik. Para pencipta kontroversi itu bisa bersumber dari para figur publik seperti artis, olah ragawan, politisi, pengurus parpol, wakil rakyat, influencer, pendengung (buzzer) dan sosok lain yang menjadi tokoh panutan dengan banyak penggemar. Kontroversi telah dipilih sejumlah orang sebagai siasat untuk menarik perhatian dan menunjukkan eksistensi diri serta kelompoknya.

          Kontroversi bisa muncul dari persoalan yang receh dan remeh temeh hingga persoalan politik yang super rumit. Kontroversi juga muncul dari ulah tak sengaja atau dengan pertimbangan matang sebuah kontroversi sengaja direncanakan. Ulah Cristiano Ronaldo misalnya. Aksi menggeser botol Coca Cola saat jumpa pers bisa jadi perbincangan yang riuh dan memicu kontroversi luas. Dikabarkan aksi ini merugikan Coca Cola hingga 57 triliun rupiah.

          Tak jarang kontroversi juga dipicu oleh pernyataan politisi petinggi partai. Pernyataan Puan Maharani yang menyindir Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu misalnya. Pernyataan sang Ketua DPR-RI itu menjadi kontroversi di masyarakat hingga menciptakan kegaduhan politik tanah air. Wacana presiden tiga periode juga memicu kontroversi. Situasi politik yang semula tenang dan cenderung landai tiba-tiba menjadi berisik dan bergejolak. Isu kontroversial telah memecahkan keheningan dan menyita perhatian.

          Kontroversi juga terjadi bersumber dari perilaku sejumlah artis yang lagi cari sensasi karena mereka sudah mulai tak laku. Kontroversi juga muncul dari pernyataan beberapa pejabat terkait penanganan pandemi Covid-19. Apapun materinya, ternyata bisa jadi kontroversi. Tak jarang kontroversi menjadi semakin riuh karena ada pihak yang menggoreng-goreng isu kontroversial dan diviralkan di dunia maya.

Baca Juga :  BNPB dan MBLC Terus Salurkan Masker dan Disinfektan

Bagian Strategi

          Tak jarang kontroversi ditempuh sebagai bagian dari strategi. Kalau kontroversi itu dicipta oleh personal, bisa jadi cara itu ditempuh sebagai bagian dari strategi menjual diri (personal branding). Sementara bagi kelompok, pengurus atau parpol tertentu, kontroversi bisa jadi sebagai strategi demi menarik perhatian publik. Demi mengingatkan kepada publik bahwa parpol atau sosok tertentu masih eksis dan layak disimak kembali eksistensinya.

          Saking seringnya bikin kontroversi, sampai-sampai muncul julukan pada orang tertentu. Ada julukan artis kontroversial, ada pula politisi kontroversial. Orang yang mendapat julukan tersebut seperti menjadikan kontroversi sebagai penciri (positioning) dirinya agar beda dengan yang lain. Orang semacam ini biasanya sering bersikap, berperilaku dan berpendapat yang bertentangan. Seperti dalam sinetron, orang semacam ini selalu menjadi tokoh antagonis.

          Selalu ada yang meraup keuntungan dari setiap isu kontroversial. Jualan isu kontroversial telah dipilih beberapa orang sebagai salah satu cara untuk mendongkrak popularitas. Gegara aksi kontroversial Cristiano Ronaldo misalnya, ada yang mengutuk, namun tak sedikit yang simpati dan mendukung. Dari peristiwa ini pengikut medsos Ronaldo melonjak dratis. Instagram pemain bola ini mencatat rekor baru dengan memiliki 300 juta followers. Ini tentu bisa jadi sumber pundi-pundi penghasilan bagi Ronaldo.

          Di era medsos saat ini, eksistensi diri seseorang, kelompok, atau sebuah lembaga banyak diukur dari jumlah viewer, like, subscriber, comment, repost, viral, dan sejenisnya. Karena ukuran inilah selanjutnya tak sedikit orang membuat cara agar mampu menyita perhatian di medsos. Kontroversi adalah salah satu resep jitu untuk mendulang simpati. Kontroversi ditempuh karena cara-cara yang datar dan biasa-biasa saja umumnya tak cukup nendang. Saat ini butuh cara-cara ekstrem untuk menarik perhatian massa.

Baca Juga :  Hanya 10 Bus Operasional di Terminal Arjosari

          Kontroversi biasa juga bersanding dengan sensasi. Orang yang kontroversial dengan aksi sensasional biasanya memang sukses memikat perhatian. Masalahnya, kontroversi dan sensasi macam apa yang mereka munculkan. Benar-benar materi yang berkualitas atau hanya sekadar bikin sensasi tak jelas dengan tujuan agar orang lain melirik sesaat selanjutnya berlalu begitu saja.

          Tak jarang para kreator narasi yang kontroversial tak memikirkan efek buruk dari kontroversi yang diciptakan. Statemen kontroversial biasa gampang menjadi viral dan menyita perhatian banyak orang. Tujuan menarik perhatian itulah yang sengaja diinginkan oleh para pembuat kontroversi dan sensasi. Ukuran keberhasilan para pembuat konten kontroversial ketika narasi yang dibuatnya menjadi pergunjingan yang viral.

Kontroversi dan Kebenaran

          Kontroversi sangat terkait dengan kebenaran. Terjadinya kontroversi antara dua orang atau lebih, maka masing-masing pasti akan merasa dirinya yang paling benar dan menilai pihak lain keliru. Dalam kaitan ini tentu masing-masing orang punya sudut pandang dalam melihat sebuah permasalahan. Perbedaan sudut pandang ini tak jarang memicu kontroversi. Dan kontroversi biasanya akan semakin memanas ketika masing-masing pihak semakin kukuh dengan pandangannya sendiri.

          Mencari benang merah dari sesuatu yang kontroversial memang tak mudah. Antara dua sisi yang pro maupun yang kontra punya alasan masing-masing. Adu kuat argumen menjadikan ada pihak yang terkalahkan. Masalahnya, di era medsos saat ini argumen yang benar belum tentu yang jadi pemenang. Tak jarang yang keliru justru banyak dipercaya sebagai kebenaran gara-gara telah terlanjur menyebar. Yang salah pun kalau sudah viral bisa diyakini sebagai yang benar.

Baca Juga :  Hujan Deras Jebol Tembok Pembatas PLN

          Kenyataan inilah yang menjadikan tak sedikit orang mengambil jalan pintas. Ada yang ingin terkenal secara instan lantas menempuh cara aneh-aneh yang bisa jadi kontroversi. Dalam urusan politik juga terjadi. Tak jarang sang politisi sengaja membuat pernyataan-pernyataan yang kontroversial agar diperhatikan banyak orang. Biasanya perang tebar kontroversi ini akan berlangsung sengit terutama pada momentum-momentum politik seperti dalam Pilkada dan Pilpres.

          Siasat kontroversi sejatinya merupakan strategi memikat massa di tengah persaingan eksistensi diri yang semakin ketat saat ini. Dalam dunia bisnis, keartisan, dan politik sungguh super ketat kompetisinya. Cara-cara yang tak umum (out of the box), termasuk dengan jualan kontroversi digunakan sejumlah orang untuk memikat hati, meraih simpati, dan mendulang dukungan.

          Semoga kita bisa menikmati sejumlah permainan lewat beragam kontroversi yang terus muncul di negeri ini. Sepertinya sesuatu yang kontroversial tak akan mudah diredam karena sejatinya munculnya kontroversi itu sengaja diniatkan untuk bikin gaduh. Terkadang, hidup memang butuh sesuatu yang gaduh, agar tak sunyi, hening, dan diam seperti tak ada kehidupan. (*)