Setuju Dibangun, Pedagang Minta Relokasi Tidak Jauh Dari Pasar

SEPI: Suasana Pasar Singosari yang sepi, tak menyurutkan semangat pedagang untuk tetap berjualan.(RURI/NMP)

MALANG, NewMalangPos – Rencana Pemerintah Kabupaten Malang membangun sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Malang mendapatkan respon dari para pedagang. Tidak terkecuali pedagang di Pasar Singosari. Mereka setuju jika pasar yang berada di jalan protokol tersebut dibangun. Namun, mereka juga mengajukan beragam syarat. Diantaranya, tempat relokasi yang tidak jauh dari pasar, kedua pasar yang dibangun nanti pedagang mendapatkan secara gratis.

“Saya setuju kalau dibangun. Tapi sebelum pembangunan, rencananya harus betul-betul matang,  termasuk tempat relokasi,” kata Mohammad Ilham salah satu pedagang.

Kepada New Malang Pos, Ilham mengatakan jika bangunan Pasar Singosari usianya memang sudah cukup tua. Kondisinya pun sangat memprihatinkan. Banyak atap yang bocor saat hujan mengguyur, sehingga merugikan pedagang.

Dia menyebutkan, tidak sedikit pedagang yang dagangannya basah, saat hujan deras. “Kalau dulu kami menghadap Kepala UPT Pasar jelas akan dilakukan perbaikan. Karena jika atapnya bocor, air menimpa dagangan,” katanya.

Baca Juga :  Obati Pasien Pakai Obat Hewan, Mantan Asisten Dokter di Blitar Ditangkap

Belum lagi dengan kondisi air yang masuk ke pasar, membuat area becek hingga pembeli pun enggan masuk. “Saat pasar dibangun ya prioritas pertama adalah penataan kios. Selanjutnya  masalah keamanan dan kebersihan juga harus dirancang, sehingga pasar yang dibangun betul-betul sesuai dengan keinginan pedagang,” ujarnya.

Selain itu, Ilham mengatakan dengan kondisi pasar yang bagus, dia memastikan akan banyak pembeli yang datang. “Kalau pasarnya bersih, dan kiosnya tertata dengan baik, pasti pembelinya datang. Karena bagaimana pun pembeli saat berbelanja butuh nyaman,” urainya.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Turkam. Pedagang ayam potong ini mengatakan setuju pembangunan Pasar Singosari. Bahkan dia berharap, dengan pembangunan pasar ini akan menjadi awal yang baik. Pasar yang saat ini sepi, akan kembali ramai setelah dibangun.

Baca Juga :  Wagub Ajak Bersemangat

“Kami setuju. Tapi ya itu, jangan sampai menimbulkan polemik. Itu sebabnya, sebelum rencana pembangunan direalisasi, Pemkab Malang dalam hal ini Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Malang untuk melakukan sosialisasi kepada pedagang,” katanya.

Menurut Turkan, dia tidak ingin ada masalah dikemudian hari karena minimnya sosialisasi pembangunan,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang mengusulkan pembangunan sembilan pasar di wilayah Kabupaten Malang. Sembilan pasar tersebut diantaranya, Pasar Lawang, Pasar Singosari, Pasar Pakis, Pasar Wajak, dan pasar Bululawang.

Baca Juga :  Tak Datang ke Satpas, SIM Dapat Diperpanjang Lewat Aplikasi Mulai 12 April

Pasar Singosari sendiri ikut diusulkan dibangun karena kondisinya sudah tidak layak. Pertama pasar yang berada di Jalan Raya Singosari ini tidak memiliki lahan parkir yang luas. Selain itu jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar ini jumlahnya juga semakin banyak.

Pertimbangan lain, Disperindag mengusulkan pembangunan pasar Singosari seiring dengan  mulai berjalannya pembangunan KEK Singhasari. Dimana kawasan KEK Singhasarai secara konsep akan berdiri sangat megah, dengan beragam fasilitasnya.

Sedangkan untuk usulan pembangunan pasar Lawang, tak lain karena pasar ini pernah terbakar pada tahun 2019 lalu, yang mengakibatkan para pedagang di pasar tersebut harus meninggalkan kiosnya, karena kondisinya tidak layak untuk ditempati. Saat ini para pedagang yang kiosnya terbakar harus menempati tempat relokasi sementara. (ira/udi)