Setelah Uji Publik, Sekda Ditentukan Wali Kota

6
foto: Ruri/NMP

MALANG, NewMalangPos -Setelah tiga calon sekda adu cerdas dalam uji publik, Kamis (8/4) hari ini, Pemkot Malang segera punya sekda baru. Wali Kota Malang Drs H Sutiaji akan mengumumkan sekda yang dipilih jika telah menerima hasil penilaian akhir.
Uji publik hari ini dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB. Selama kurang lebih 90 menit, tiga calon pejabat karir ASN tertinggi di Pemkot Malang itu harus menjawab sederet pertanyaan dari para penguji.

Plt Kabag Humas Pemkot Malang M Nur Widianto menjelaskan, masyarakat bisa menyaksikan uji publik calon Sekda Kota Malang secara live streaming di akun YouTube Pemerintah Kota Malang.

“Uji publik akan diawali perkenalan oleh pemandu acara lalu akan ada arahan juga dari Bapak Wali Kota Malang. Akan dijelaskan bahwa uji publik ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Indonesia untuk penjaringan sekda,” tutur pria yang akrab disapa Wiwid ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga calon sekda yang menjalani uji publik yakni, Kadis Naker PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT, Kepala BKAD Drs Subkhan MAP dan Kepala Bapenda Dr Handi Priyanto AP, M.Si.

Lebih lanjut Wiwid menjelaskan, setelah perkenalan lalu dilanjutkan dengan tahapan inti. Ini akan ditandai dengan masuknya sesi dialog. Sesi tersebut berlangsung selama 40 menit. Di tahapan ini, penguji diwakili unsur Forkopimda Kota Malang dan perwakilan organisasi profesi. Mereka akan menelaah portofolio tiga calon sekda.

“Sesi ini akan ada eksplorasi profil para calon. Ini berpijak pada portofolio masing-masing calon isinya seperti riwayat hidup, dan riwayat pendidikan dan lainnya soal kedinasan,” kata Wiwid.

Kemudian di sesi ini juga akan ada pertanyaan-pertanyaan yang diberikan penguji. Pertanyaan pada sesi ini lebih pada isu-isu atau fenomena yang muncul berkaitan dengan tugas seorang sekda di Kota Malang.

Sesi akan berlanjut lagi, tiga calon sekda dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan dari publik. Seperti dari kalangan organisasi profesi maupun warga yang memberikan tanggapan via kolom komentar dari live streaming.

“Menjawab pertanyaan ini waktunya 30 menit. Lalu akan ada sesi selama 15 menit menjawab pertanyaan dengan cepat,” tandas Wiwid yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang ini.

Setelah itu semuanya akan bergantung pada proses tanya jawab yang mengalir. Wiwid mengatakan lokasi uji publik di Ngalam Command Center (NCC). Ketiga calon sekda diminta mempersiapkan fisik dan pikiran menghadapi ujian terakhir penjaringan sekda.

Salah satu anggota Pantia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekda Kota Malang, Andy Kurniawan memastikan ada satu sesi menjawab pertanyaan dari masyarakat umum.

“Nanti ada sesi pertanyaan dari media streaming. Maka warga yang ingin tahu atau mau bertanya bisa memakai kesempatan ini,” ujar Andy.

Mekanisme tanya jawabnya, lanjut Andi, dilakukan dengan masing-masing perwakilan Forkopimda dan organisasi profesi menuliskan pertanyaan di selembar kertas, lalu dimasukkan amplop. Selanjutnya akan diundi siapa peserta yang akan mendapatkan pertanyaan itu.

Dalam sesi dialog, akan diarahkan seperti diskusi antara penguji dan calon sekda mengenai isu-isu tertentu. Yang berkaitan dengan isu strategis atau permasalahan klasik Kota Malang. “Dialog ini jadi semacam Podcast sederhana terkait persoalan di Kota Malang,” tandasnya.

Andy menyebutkan ada sekitar 15 organisasi profesi yang terlibat dalam acara hari ini. Mulai dari akademisi, wartawan, hingga komunitas. Tahap inilah yang akan menguatkan pertimbangan pansel dan Wali Kota Malang Sutiaji menentukan siapa Sekda Kota Malang yang dipilih.

“Tahapan ini penting karena akan memperlihatkan kualitas calon sekda. Dan memang karena Pak Wali minta yang menjadi sekda ya yang bisa diterima masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya,” kata Andy.

Sesuai jadwal, uji publik merupakan tahapan terakhir penilaian. Hasil penilaian akhir akan disampaikan kepada Wali Kota Sutiaji pada 12 April 2021 atau tiga hari setelah uji publik selesai digelar. (ica/van)