Serunya Belajar Bersama Native Asing

SEMANGAT: Native asal Egypt, Shlma Ahmed Fouad Mustafa, menyapa siswa-siswi TK Islam Sabilillah secara virtual dalam program We Can Speak with Native.

TK Islam Sabilillah Malang

NEW MALANG POS, MALANG – Belajar Bahasa Inggris bersama native luar negeri, tentu sangat seru. Tidak semua siswa mendapat kesempatan tersebut. Namun berbeda dengan anak-anak TK Islam Sabilillah (TKIS). Belajar dan berkomunikasi dengan native asing sudah hal yang biasa. Karena sudah menjadi program rutin TKIS.

TK Islam Sabilillah Malang memiliki program We Can Speak with Native, yang merupakan salah satu program unggulan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang. Yang terbaru dari program We Can Speak with Native ini, TKIS dengan tema tentang profession yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (11/9) pekan lalu.

Dengan menghadirkan native asal Egypt, Shlma Ahmed Fouad Mustafa, siswa-siswi TK Islam Sabilillah kelas A2 belajar Bahasa Inggris melalui zoom meeting. Keterampilan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris langsung diimplementasikan melalui kegiatan Native speaker.

Baca Juga :  Sabilillah Bermunajat, Bersama Ketuk Pintu Langit

Ada beberapa tahapan materi yang disampaikan pada siswa. Mulai dari pengenalan vocabbulary, pronounciation yang baik dan benar, lalu diminta listen and repeat materi. Menariknya, ada sesi bermain games bersama native berupa guessing picture dan sing a song.

Koordinator acara native speaker, Nufrida Desi Sulistyawati S.Pd mengatakan kegiatan ini dilaksanakan satu bulan satu kali dengan mengundang native speaker dari luar negeri. TKIS mengusahakan pemateri native tiap pertemuan selalu berbeda di setiap pertemuan. “Jika kemarin sempat dari Afghanistan dari kelompok A, kelompok B dari Tajikistan, untuk pertemuan kali ini dari Egypt,” ungkapnya.

Baca Juga :  MIN 1 Kota Malang Tetap Produktif Meskipun Pandemi

Biasanya sebelum masa pandemi, native bisa dihadirkan di TKIS. Sehingga siswa dapat langsung bertatap muka secara langsung dengan native. Karena kondisi saat ini pandemi maka pertemuan hanya bisa lewat zoom virtual. “Meskipun secara virtual, tidak mengurangi sedikitpun kualitas materi yang diberikan kepada ananda,” terangnya.

Siswa juga tetap diberikan kesempatan satu persatu untuk dapat berinteraksi, dan mengimplementasikan materi bersama native. Misalnya dalam pengucapan kosa kata Bahasa Inggris dengan tepat dan benar, seperti doctor, teacher, dan lain-lain. Adapun yang berkaitan dengan profesi sesuai dengan tema yang ditentukan, Native menjelaskan dan membuat kalimat short sentence. Yakni mengenai beragam profesi.

Contohnya Native menyebutkan my father is teacher, kemudian ditirukan dan diulang oleh siswa.
“Kita tampilkan materi pada power point. Disitu ada gambarnya, untuk merangsang anak-anak berpikir. Kemudian menebak profesi dengan melontarkan pertanyaan, who is he, who is she, dan lain-lain,” imbuhnya.

Baca Juga :  Diikuti 121 Lulusan, Unika Widya Karya Gelar Wisuda ke-37 Secara Full Daring

Desi berharap melalui program We Can Speak with Native anak didiknya dapat belajar Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Dari rasa senang itu siswa menjadi semangat belajar dan target belajar terpenuhi.

Minimal siswa dapat berkomunikasi dengan beberapa kosa kata. Serta memiliki keberanian dan kepercayaan diri berkomunikasi dengan warga asing. “Selain ada native, setiap pagi kami ada kegiatan yang namanya drilling time. Yang mengajarkan tentang short interaction,” tandasnya. (sir/imm/udi)

artikel Pilihan