Seram! Ini Dia Museum Santet di Cirebon

Museum Santet (Sudirman Wamad/detikcom)

Jakarta, NewMalangPos – Afrika punya pasar Voodoo untuk keperluan ilmu hitam. Tak mau kalah di Cirebon ternyata ada Museum Santet lho.

YouTuber terkenal asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Ustaz Ujang Busthomi memiliki cara tersendiri dalam berdakwah. Ustaz yang dikenal blusukan ke dukun-dukun santet itu membangun tempat wisata Talaga Langit.

Talaga Langit merupakan salah satu destinasi wisata anyar yang menyuguhkan berbagai wahana, seperti kolam renang, nongkrong, spot foto, gua cinta dan museum. Uniknya, museum yang dibuat Ustaz Ujang Busthomi itu adalah museum santet.

Museum santet milik ustaz yang akrab disapa Kang Ujang itu berada di bagian bawah. Untuk menuju ke museum ini pengunjung melewati tangga bambu. Pintu masuk museum pun dibuat pendek. Pengunjung harus membungkukkan badan.

Baca Juga :  LSM Tolak Pembangunan Bandara Antariksa di Pemukiman Warga

Menurut Kang Ujang, museum santet di Talaga Langit ini memiliki luas sekitar seribu meter persegi. Kondisinya terbuka. Hanya tertutup pagar, kondisi museum dibuat menyeramkan.

Di dalam museum ini terdapat ratusan boneka yang digantung. Boneka diletakkan di sembarang tempat. Tak hanya boneka anak-anak, boneka menyerupai pocong juga dipasang di pinggir dan sudut-sudut.

Di tengah lokasi museum ini terdapat bangunan. Di dalamnya terdapat kelambu warna merah muda yang memperkuat nuansa seram. Kang Ujang mengaku museum santet itu merupakan caranya untuk menyampaikan dakwah.

“Hal-hal klenik dan gaib, serta banyak orang takut santet. Takut setan. Manusia harusnya takut pada Allah,” kata Kang Ujang kepada detikcom di Talaga Langit Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, seperti dikutip dari detikcom, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga :  5 Tips Jaga Diri Selama Liburan Akhir Tahun

Kang Ujang mengatakan ratusan boneka itu merupakan simbol-simbol kekuatan hitam. Boneka kerap dijadikan media untuk menyantet orang.

“Boneka-boneka yang dianggap bisa mencelakakan orang ini sejatinya tidak ada apa-apanya,” kata pemilik Padepokan Anti Galau itu.

Museum Santet di Cirebon Foto: (Sudirman Wamad/detikcom)
Selain boneka dan pocong-pocongan, Kang Ujang juga memasang sejumlah papan yang menyampaikan pesan-pesan dakwah, seperti perbanyak selawat, perbaiki salat dan lainnya. “Ini menjadi tempat untuk orang-orang memperkuat keimanannya,” kata Kang Ujang.

Sekadar diketahui, Talaga Langit mulai dibuka pada 21 Oktober mendatang. Peresmian tempat wisata anyar ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Baca Juga :  Pemerintah Cadangan Dana Vaksin Gratis Covid-19 Rp 36 T pada RAPBN 2022

Uu mengapresiasi langkah yang dilakukan Kang Ujang. Menurut Uu, wisata menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. “Talaga Langit ini wisata. Ada juga Padepokan Anti Galau yang mempelajari ilmu agama,” kata Uu.

“Gubernur ingin Jawa Barat bukan hanya meningkat ekonominya. Melainkan ada unsur pemerataan, unsur keadilan. Salah satunya dengan memanfaatkan potensi wisata yang ada. Termasuk di Talaga Langit,” kata Uu menambahkan.
(bnl/bnl/dtk/mg7/mg9/mar/nmp)

artikel Pilihan