Sakit Hati Dituduh Mencuri Listrik, Seorang Pria Bacok Tetangga Membabi Buta, 1 Tewas 5 Luka

Sabit yang digunakan pelaku pembacokan (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

Kebumen, NewMalangPos – Seorang pria berinisial HS (54) di Kebumen, Jawa Tengah membacok tetangganya dan menewaskan satu orang serta lima orang lainnya luka-luka. Sakit hati kepada para korban lantaran sering dituduh mencuri listrik menjadi penyebab peristiwa pembacokan yang terjadi di Desa Argopeni, RT 01/ RW 02 tersebut.

Ketua RT setempat, Hasan Hidayat mengatakan, kejadian bermula ketika pelaku HS pulang dari memanen padi di sawah. Tiba-tiba pria itu mengamuk dan membacok tetangganya yang sedang menjemur padi.

Para korban mengalami luka di bagian kepala, bahu, tangan dan muka. Satu orang meninggal di lokasi atas nama HL (65) dan telah dimakamkan di pemakaman desa setempat, sedangkan korban lain dilarikan ke rumah sakit.

Adapun korban luka-luka yakni MH (41) yang merupakan anak dari HL, kemudian SL (35) dan AF (8) yang merupakan istri dan anak dari MH. Sementara W (30) dan S (45) yang juga tinggal tak jauh dari rumah tersangka tak luput dari sasaran amukan tersangka.

Baca Juga :  Bahas Izin Liga 1, Menpora Bertemu Kapolri Pekan Depan

Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Kebumen, dua korban diperbolehkan pulang sedangkan tiga korban lainnya masih dirawat meski kondisinya semakin membaik.

“Tersangka HS telah melakukan penganiayaan yang telah menyebabkan kematian. Satu orang meninggal di tempat sedangkan lima lainnya luka-luka dan dibawa ke RSUD Kebumen. Untuk yang dua orang sudah boleh pulang dan tiga lainnya masih dirawat, kondisinya semakin membaik,” ungkap Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama, dikutip dari detikcom, Jumat (19/3).

Kepada polisi, tersangka pelaku mengaku membacok para korban dengan menggunakan sabit lantaran sakit hati sering dituduh mencuri listrik dan melalukan hal buruk lain. Setelah menahan dendam selama empat bulan, akhirnya tersangka meluapkan amarahnya dengan niat menghabisi nyawa para korban.

Baca Juga :  Anggota DPR F-PDIP Bambang Suryadi Meninggal Dunia

“Motifnya, dari pengakuan tersangka yang bersangkutan sejak empat bulan sudah mengalami kekecewaan terhadap korban MH. MH ini selalu mengejek, menebar fitnah menduga tersangka mencuri listrik dan melakukan perbuatan yang tidak baik. MH juga kerap ikut campur urusan internal keluarga tersangka dan membuat tersangka jengkel sehingga terjadi akumulasi frustasi,” jelasnya.

“Puncaknya hari Rabu kemarin pulang dari sawah tersangka kemudian niat bikin perhitungan dengan menyiapkan sabit yang diasah dan mendatangi MH dan langsung melukai korban. Korban lain yakni ibu, istri dan anak korban juga ikut jadi korban. Kemudian menyasar warga lain yang ikut mencegah,” imbuhnya.

Sementara itu, tersangka mengaku sempat ingin berdamai dengan korban, namun selalu ditolak. Bahkan warga lain juga berencana akan melaporkan tersangka kepada petugas lantaran diduga mencuri listrik. Fitnah tersebut, menurut tersangka, juga disebar melalui grup percakapan Whatsapp yang membuat tersangka semakin kalap.

Baca Juga :  Polisi di Polres Gorontalo Dipecat Karena Jadi Pengedar Sabu

“Saya sudah kalap, jadi siapa yang ada jadi sasaran. Korban memfitnah kalau saya mencuri listrik dan sama tetangga lain mau melaporkan saya ke petugas. Kemudian dendanya nanti mau dibagi-bagi. Terus dihina di grup WA,” ucapnya.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah sabit, batu pengasah sabit dan celana pendek tersangka.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Kebumen dan bakal dijerat pasal 340 subsider 338 subsider 351 Jo 63 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. (mbr/dtk/mg1/ley/nmp)