Senangnya Kembali ke Sekolah

13
sekolah
pembelajaran tatap muka SD kasin. (NMP-M.Firman)

MALANG, NewMalangPos – Senangnya siswa di sejumlah SD di Kota Malang. Sebab Kamis (15/4) mereka kembali ke sekolah walau hanya simulasi pembelajaran tatap muka. Rencananya siswa mulai belajar di sekolah pada Senin (19/4) pekan depan.

Sebelumnya Surat Edaran (SE) Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sudah diedarkan Pemkot Malang. Para kepala SD dan SMP sudah menerima SE tersebut. Karena itulah beberapa sekolah melakukan simulasi.

Seperti yang dilaksanakan SDN Kasin Kota Malang, kemarin. Puluhan siswa datang ke sekolah untuk mengikuti simulasi. Mereka mengenakan seragam merah putih. Seragam yang sudah lebih setahun tidak mereka kenakan.

Seluruh siswa yang hadir tampak semangat mengikuti simulasi. Mulai masuk gerbang mengukur suhu tubuh. Selanjutnya cuci tangan dan duduk di bangku dengan jarak lebih dari satu meter.

Yang tak kalah penting siswa menggunakan masker dan face shield. Meskipun masih simulasi, nuansa pembelajaran seakan kembali hidup di sekolah ini. Terlebih orang tua yang merasa senang karena pembejaran tatap muka dimulai pekan depan.

“Yang jelas kami merasa senang, sudah lebih setahun kami merindukan anak-anak kembali belajar ke sekolah. Terlebih kami para orang tua yang memiliki keterbatasan mendampingi anak setiap hari belajar di rumah,” ujar Indah Wulandari, salah satu orang tua (ortu) siswa SDN Kasin.

Pengawas SD Kota Malang Tjatur S Handoko mengatakan, pembelajaran tatap muka terbatas harus diperhatikan sebaik-baiknya. Segala prosedur wajib dipenuhi termasuk SKB empat menteri dan pemenuhan sarana prasarana. “Kami bersyukur SD Kasin melakukan simulasi. Sebagai persiapan lebih matang sebelum pelaksanaan PTMT yang sebenarnya,” katanya.

Hanya saja menurutnya, penerapan 5M untuk siswa SD tidak bisa dianggap sepele. Khususnya menghindari kerumunan atau menjaga jarak. Sebab anak SD cenderung melakukan aktivitas fisik atau bergerak. “Ini harus menjadi prioritas. Kalau menggunakan masker dan cuci tangan relatif lebih mudah karena sudah menjadi budaya,” terangnya.

Untuk lebih efektifnya pelaksanaan prokes selama PTMT, SDN Kasin telah membentuk Duta Satgas Tangguh Covid-19. Satgas ini terdiri dari 36 siswa dan enam guru. Masing-masing kelas ada dua siswa Duta Satgas. Mereka menjadi teladan bagi teman-temannya.

Kepala SDN Kasin Budi Hartono mengatakan, selain menjadi teladan para Duta Satgas juga bertugas memantau siswa lainnya dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

“Ini sangat penting, meskipun dari siswa kami berharap akan lebih efektif jika siswa juga terlibat dalam menertibkan aturan protokol kesehatan,” ucapnya.

Simulasi yang dilaksanakan SDN Kasin kemarin pagi dihadiri semua satgas. Mereka juga yang mempraktikkan. Kegiatan simulasi dari awal hingga akhir direkam menjadi video. “Hasil simulasi akan kami share ke orang tua. Agar mereka punya gambaran saat kita PTMT Senin depan,” kata Budi.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan siswa pihak sekolah telah menyediakan petugas jaga di gerbang. Sehingga siswa masuknya pun satu per satu. Termasuk di beberapa bagian sekolah terpantau oleh petugas.

SDN Kasin menerapkan dua shift. Dengan persentase masing-masing 50 persen dari jumlah siswa dalam satu rombongan belajar. Shift pertama mulai pukul 07.00 sampai pukul 09.00. Dilanjutkan shift kedua pukul 9.15 sampai 11.15 WIB. “Setiap selesai dipakai ruang kelas dilakukan sterilisasi. Kami setiap hari akan koordinasi untuk evaluasi terlaksananya PTMT,” tandasnya.

Persiapan PTMT juga dilakukan oleh SMP. Salah satunya SMPN 15 Kota Malang. “Sesuai arahan pemerintah kami sudah siapkan semua. Termasuk SOP. Kami susun dengan memadukan SKB 4 menteri dan SE Wali Kota Malang,” terang Kepala SMPN 15 Malang Agus Wahyudi, M.Pd.

Secara teknis SMPN 15 menerapkan jadwal masuk per level. Hari pertama kelas VII, hari kedua kelas VIII, hari ketiga kembali ke kelas VII. Demikian seterusnya. “Setiap ruangan kami batasi 15 siswa. Jadi kelas VII-A kita bagi dua ruang. Demikian juga kelas-kelas yang lain,” tutur Agus.

Meski demikian kata dia, masih ada sekitar empat persen orang tua yang belum siap PTMT. Mereka masih ragu untuk mengizinkan anak-anaknya belajar ke sekolah. “Bagi yang belum siap atau ragu-ragu ya kami fasilitasi dengan belajar daring seperti biasa,” pungkasnya. (imm/van)