Sekolah Gelar PTM di Malang Raya Makin Banyak

ilustrasi

NEW MALANG POS – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Malang Raya diklaim jauh dari masalah. Tapi di Kabupaten Malang terdapat seorang tenaga pendidik terpapar Covid-19 namun bukan klaster sekolah.

Di Kota Malang salah satu buktinya. Tercatat sebanyak 385 sekolah menggelar PTM per Senin (27/9). Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang Suwarjana SE.

Ia menjelaskan dengan jumlah tersebut maka dipastikan 100 persen sekolah yang ada di Kota Malang, terdiri dari SD dan SMP sudah menjalankan kembali PTM. “Insya Allah per hari ini (kemarin) sudah PTM semua. Ada 278 sekolah SD dan 107 SMP. Ini semuanya baik negeri dan swasta,” tegas Suwarjana saat dikonfirmasi New Malang Pos.

“Sampai saat ini tidak ada laporan adanya klaster Covid-19. Semoga terus seperti ini seminggu kedepan karena kita memang mensyaratkan prokes ketat di PTM ini,” jelas pria yang juga menjabat Plt Kadis Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah Kota Malang ini.

Ia menegaskan sekolah yang melakanakan PTM sudah harus memiliki berbagai sarana prasarana prokes pencegahan covid-19. Di antaranya adalah memiliki wastafel, kursi antar siswa dijarak, wajib mengenakan masker maupun faceshield, hingga kewajiban menstrelisisasi seluruh ruang sekolah usai kegiatan belajar mengajar selesai dilakukan setiap harinya.

“Makanya kami di 2020 ada pengadaan alat disinfektan, wastafel dan lainnya. Sekarang kita sudah siap sekali,” jelas Suwarjana.

Baca Juga :  Tingkatkan Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Dalam seminggu kemarin, Dikbud bekerjasama pula dengan Dinkes Kota Malang mengambil sample Swab Antigen kepada guru dan murid-murid. Hasilnya tidak ada yang diidentifikasi terjangkit Covid-19.

Kedepannya hal ini akan dimaksimalkan ke seluruh sekolah dan secara rutin dilakukan. Dikbud Kota Malang, lanjutnya, mewajibkan seluruh tenaga pendidik dan guru rutin melakukan Swab Anigen. Hanya saja, untuk siswa masih direncanakan.

“Kalau untuk siswa kita harus berkoordinasi lagi dengan orang tua. Makanya ini tadi kita mulai edarakan surat untuk minta izin dulu, mereka (orang tua/wali) setuju apa tidak. Kalau guru kita sudah wajinbkan swab antigen rutin,” jelasnya.

Ia melanjutkan, jika terdapat satu saja kasus Covid-19 di suatu sekolah selama PTM, Dikbud akan langsug meminta PTM di sekolah tersebut berhenti sementara. selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Satgas Covid-19 dan Dinkes Kota Malang.

“Makanya kita mau rutinkan swab antigen ini di lingkungan sekolah. Dinkes ada stok 30 ribu alat swab disiapkan untuk digunakan di lingkungan sekolah,” kata mantan Kabag Umum Setda Pemkot Malang ini.

Sementara itu Pemkab Malang tak menemukan klaster sekolah selama penerapan PTM. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr Rachmat Hardijono. Kepada New Malang Pos, Rachmat mengaku memang sempat ada informasi salah satu tenaga pendidik terpapar Covid-19. Saat itu sempat melakukan penghentian sementara PTM. Namun, setelah dilakukan penelusuran yang bersangkutan tertular dari keluarga.

Baca Juga :  Pengabdian Dosen Teknik Elektro UM

“Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melakukan swab antigen kepada seluruh siswa dan tenaga pendidik di tempat yang terpapar Covid-19 mengajar. Alhamdulillah, hasilnya semuanya negatif. Setelah dilakukan penelusuran, dia terpapar Covid -19 dari besannya atau klaster keluarga,’’ katanya.

Rachmat menegaskan pihaknya terus menekankan kepada seluruh lembaga pendidikan untuk berhati-hati dan selalu menerapkan prokes secara ketat.

“Minggu lalu ada sekolah di Karangploso yang tidak mematuhi syarat PTM Terbatas. Dimana siswa masuk lebih dari 50 persen. Meskipun itu atas permintaan orang tua, tetap tidap diperbolehkan. Dan sudah diambil langkah tegas oleh Satgas Covid-19 kecamatan dan Satpol PP,’’ tambahnya.

Selain itu Rahmat juga mengatakan jika ada warga sekolah yang berisiko dengan gejala kurang sehat atau setelah perjalanan dari luar daerah, Dinas Pendidikan meminta agar yang bersangkutan tidak mengikuti PTM.

“Prinsip dasarnya, penerapan prokes ketat bagi tenaga kependidikan dan peserta didik, serta tidak kalah pentingnya peran serta masyarakat secara aktif termasuk orang tua. Ini penting. PTM memang sangat penting, tapi kesehatan warga sekolah prioritas utama,’’ ungkapnya.

Disinggung sekolah yang sudah menerapkan PTM terbatas, Rachmat mengatakan sudah cukup banyak. Sesuai data di website www.sekolah.data.kemendikbud.go.id, dari 4.627 lembaga sekolah, 3.642 sudah menerapkan TPM terbatas atau sudah 78,71 persen. Sementara 985 sekolah belum menggelar PTM terbatas.

Baca Juga :  Geliat Tim Goda Sponsor

Di Kota Batu, Dinas Pendidikan mencatat ada 24 sekolah jenjang SMP negeri dan swasta yang telah menerapkan PTM hingga pekan ini. Di Kota Batu saat ini terdapat 28 SMP negeri dan swasta.

“Hingga Senin (27/9) ini kami pastikan ada 24 sekolah yang telah melaksanakan tatap muka. Sedangkan untuk sekolah yang belum melaksanakan PTM ada empat sekolah,” ujar Kabid Pembinaan SMP Dindik Kota Batu, Hariadi.

Ia menerangkan bahwa dari hasil evaluasi PTM di Kota Batu berjalan baik. Utamanya untuk penerapan prokes selama pelaksanaan PTM. Saat ditanya adakah kasus positif Covid-19 bagi siswa di Kota Batu yang melaksanakan PTM, Hariadi mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada laporan konformasi positif.

“Untuk menghindari hal yang tak diinginkan kami selalu minta gugus Covid-19 di sekolah agar tidak henti-hentinya mengingatkan pentingnya prokes. Mengingat untuk Jatim kasus siswa cukup besar. Kami sangat bersyukur di Kota Batu tidak ada siswa yang terpapar kasus positif,” terangnya.

Sedangkan empat sekolah yang belum PTM, diungkapnya karena baru melakukan pendaftaran atau rekom ke satgas. Sehingga pihak satgas baru akan turun dalam pekan ini untuk memastikan kesiapan sekolah secara teknis. (ica/ira/eri/van)

artikel Pilihan