Sekdaprov Wahid: 95 Persen Bawang dan Kedelai Masih Impor

GEMAR MEMBACA: Sekdaprov Wahid (peci hitam) didampingi Gol A Gong, Tiat S Suwardi, PArto Wijoyo (jas merah) dan Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno (kanan) saat meresmikan operasional salah satu CSR bantuan pengusaha di Jatim. (NMP-HARY SANTOSO)

Apresiasi Gerakan Literasi Yang Digagas Perpus Jatim

NewMalangPos, SURABAYA – Pj. Sekdaprov Jatim, Wahid Wahyudi mengapresiasi Gerakan Literasi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpus) Jawa Timur. Alasannya, gerakan literasi sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

‘’Saya apresiasi hari ini Perpus melaksanakan gerakan literasi Jawa Timur,’’ tandas Wahid Wahyudi, saat acara Safari Literasi dan Penyerahan Gazebo Kolaborasi Budaya dan Teknologi di Dinas Perpus Jatim, Jl. Menur Pumpungan No. 32, Surabaya.

Dikatakan Wahid, ketika SDM unggul dimiliki maka segala bentuk persoalan akan dapat dihadapi dengan baik. Saat ini, Indonesia masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan agar negara ini lebih maju.

Baca Juga :  Menhub: Sriwijaya Angkut 62 Orang, 50 Penumpang dan 12 Kru

‘’Seperti pengelolaan SDA, swasembada pangan dan sebagainya. Sembilan puluh lima persen bawang yang kita makan setiap hari adalah impor dari Cina. Tempe yang kita makan kedelainya juga masih impor,’’ ucapnya mencontohkan.

Melihat situasi ini, Wahid mengajak segala yang berkaitan dengan pendidikan dan peningkatan SDM harus diprioritaskan. Semua warga negara memiliki tanggung
jawab mengantarkan bangsa Indonesia mampu menghadapi era disrupsi, globalisasi, era media sosial dan berdaya saing pada era GIG ekonomi.

‘’Karena itu, peningkatan minat baca, peningkatan literasi menjadi gerakan bersama,
sekali lagi apresiasi untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur dalam
mengembangkan literasi yang harus dijadikan gerakan bersama,’’ ucapnya mengulangi.

Baca Juga :  Suarakan Hak Anak Melalui Forum Anak

Sementara itu, Kadinas Perpus Jatim, Tiat S Suwardi menyampaikan, sejalan perkembangan masyarakat, penyelenggaraan perpustakaan tidak lagi sekedar bertujuan untuk meningkatkan budaya gemar membaca. Tetapi lebih luas lagi, yaitu pembangunan budaya literasi.

‘’Apalagi dengan kedatangan Gol A Gong, maka dalam rangkaian kegiatan Safari Literasi Duta Baca Indonesia 2022, kita bersama-sama melakukan Gerakan Literasi Jawa Timur,” katanya. (has)

artikel Pilihan