Segera Kembali Sekolah

143
ilustrasi. (Ipunk/NMP)

Pekan Depan SMP Kota Malang Simulasi PTM

Malang, NewMalangPos – Pelajar di Kota Malang siap-siap kembali ke sekolah. Pekan depan sekolah diminta mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Rencananya simulasi belajar di sekolah dilakukan berjenjang mulai dari SMP hingga ke SD dan TK.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji sudah menginstruksikan dinas terkait dan sekolah memulai persiapan pelaksanaan simulasi PTM. “Saya mintanya pekan depan kalau bisa sudah simulasi,” kata Sutiaji, Kamis (18/3) kemarin di Balai Kota Malang.

Dia menjelaskan kebijakan itu sejalan dengan kehendak pemerintah pusat. Yakni rencana PTM secara keseluruhan pada Juli 2021 mendatang. Sutiaji optimis rencana tersebut dapat dilakukan. Sebab kasus penularan  Covid-19 di Kota Malang dalam dua bulan terakhir mulai menurun. Jumlah penambahannya tak pernah mencapai dua digit.

“Penambahan kasus Covid-19 di Kota Malang juga lambat laun menurun terus. Tak pernah lagi dua digit angkanya. Makanya simulasi saya minta dipercepat dan disiapkan,” tandas Sutiaji.

Selanjutnya dinas terkait akan menyiapkan teknis simulasi. Cakupan teknis simulasi di antaranya jumlah kapasitas per sesi pembelajaran.

Sebelumnya pemerintah pusat berencana menggelar PTM mulai Juli 2021. Keputusan tersebut direncanakan setelah guru menjadi prioritas vaksinasi Covid-19 dan ditargetkan selesai pada Juni 2021.

Di Kota Malang vaksinasi Covid-19 pada kalangan guru sudah mulai dilakukan sejak akhir Februari lalu. Hingga saat ini juga masih terus dilakukan hingga tahap kedua proses vaksinasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana SE MM menjelaskan pelaksanaan vaksinasi guru memang disiapkan sebagai upaya mempercepat realisasi PTM. “Persiapanya memang sudah dilakukan. Kami tetap mengikuti perkembangan. Terutama perkembangan situasi Covid-19 di Kota Malang. Dan tentu instruksi pimpinan daerah juga,” jelas Suwarjana.

Terkait instruksi simulasi di sekolah-sekolah, diakui Suwarjana sudah mulai dipetakan teknisnya. Meskipun arahannya sudah jelas, mengenai protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 yang sebelumnya juga sudah dilaksanakan.

“Misalnya seperti kapasitas di ruangan kelas yang dibatasi 50 persen. Lalu dibagi per sesi pembelajarannya. Juga kesiapan sarana prarsarananya,” tandas Suwarjana.

Untuk bisa melakukan PTM, ada beberapa sarana prasarana wajib disiapkan di lingkungan sekolah. Seperti penyediaan tempat cuci tangan (wastafel) di tiap sudut sekolah. Terutama di akses masuk dan keluar lingkungan sekolah.

Kemudian penyediaan hand sanitizer, kewajiban memakai masker/ face shield, hingga penggunaan sarung tangan bagi guru dan petugas sekolah lainnya.

“Yang jelas persiapan kita seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan di sekolah semua sudah siap itu. Untuk melakukan simulasi nanti tinggal tahap sosialisasi kepada wali murid. Ini yang juga penting digencarkan,” jelas mantan Kabag Umum Pemkot Malang ini.

Ia optimis pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan dengan lancar. Pasalnya dorongan realisasi rencana ini juga mendapat dukungan dari wali murid. Hal ini diketaui melalui survei yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum lama ini. Hasil survei menyatakan wali murid ingin PTM segera dilakukan dengan protokol Covid-19 yang ketat.

Dalam waktu dekat akan ada koordinasi kembali antara sekolah dengan perwakilan sekolah terkait pelaksanaan simulasi PTM. Materi koordinasi membahas teknis simulasi.

“Nanti kita lihat sekolah mana dulu yang benar-benar siap simulasi. Lalu akan dilaksankan dan kemudian dievaluasi. Kami juga tidak mau gegabah. Disiapkan dulu semuanya, sambil  menunggu proses vaksinasi guru selesai menyeluruh,” urai Suwarjana.

Menurut data Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Malang, jumlah guru yang harus divaksinasi sebanyak 9.873 orang. Mereka berasal dari tingkat TK dan SMP. (ica/van)