SDN Lesanpuro 3 Kota Malang, Ajarkan Peduli Lingkungan, Tanam Pohon Dan Biopori

SIMBOLIS: Wakil Wali Kota Malang, Ir. Sofyan Edi Jarwoko menanam pohon pule didampingi oleh Kepala SDN Lesanpuro 3 Komarodin, M.Pd (kiri).

MALANG, NewMalangPos – Kini tidak akan ada lagi air yang tergenang di halaman SDN Lesanpuro 3 Kota Malang. Pasalnya sekolah ini sudah memasang puluhan biopori sebagai media resapan air. Biasanya saat hujan deras di halaman sekolah ada banyak air tergenang. Dan tentu saja mengganggu aktivitas guru dan siswa.

Pada Rabu (17/3) lalu, ada sebanyak 20 biopori dipasang. Dan diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Malang. Selain itu ditambah dengan penanaman puluhan pohon pule. Dengan demikian daya resap air hujan semakin kuat.

Kepala SDN Lesanpuro 3 Komarodin, M.Pd mengatakan, pemasangan biopori dan tanam pohon merupakan salah satu upaya untuk peduli pada lingkungan. Genangan air hujan di lingkungan sekolah memunculkan inisiatif guru membuat biopori.

Namun yang lebih utama kata Komarodin, dari pemasangan biopori dan tanam pohon di sekolah sebagai pendidikan untuk siswa agar mempunyai rasa peduli terhadap lingkungan mereka. “Jadi ini tidak sekedar memasang biopori atau menanam pohon, tetapi kami ingin mendidik anak-anak agar mereka semakin peduli pada kesehatan dan kebersihan lingkungan,” katanya.

Baca Juga :  Kompetensi Makin Komplet Dengan Bahasa Inggris

Pemasangan biopori nantinya juga menjadi bahan edukasi bagi siswa. Yaitu terkait materi sistem resapan agar air terserap ke dalam tanah dan tidak menggenang atau terbuang percuma. Pendidikan lingkungan ini diharapkan bisa diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Dimulai dari mencintai lingkungan sekolah dulu. Selanjutnya bisa dipraktikkan di rumah dan berimbas pada lingkungan masyarakat,” ujar Komarodin.

Tidak hanya itu, SDN Lesanpuro 3 kini juga sedang giat memanfaatkan limbah botol plastik. Guru, siswa dan orang tua memanfaatkan botol plastik menjadi robot. Hasilnya lumayan bagus dan ikonik. Bahkan rencananya, kata Komarodin, robot dari limbah botol ini akan menjadi ikon SDN Lesanpuro 3. “Robotik plastik ini akan kita angkat menjadi ikon sekolah. Selain tentu untuk menjaga kelestarian bumi kita dengan mengurangi limbah plastik di alam,” terangnya.

Baca Juga :  Mahasiswa UMM Juara Nasional Fotografi

Ia yakin, pembuatan robot plastik di SDN Lesanpuro 3 akan berkembang. Kreasi ini akan digemari siswa karena sifatnya yang unik. “Kalau hasilnya sudah banyak bisa menjadi spot foto yang menarik,” imbuhnya.

SDN Lesanpuro 3 kini tengah bersiap untuk penilaian adiwiyata tingkat Jawa Timur. Beberapa hal sudah disiapkan untuk mendapat nilai terbaik. Sekolah ini punya motto, bunyinya ‘lingkungan sekolahku hijau lestari bumiku’. Motto ini menjadi energi untuk memacu semangat guru, siswa dan orang tua untuk mensukseskan program adiwiyata.

Baca Juga :  Awasi UTBK, 1000 Pengawas Jalani Rapid Test

Sekolah di Jalan Raya Ki Ageng Gribig ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Antara lain bekerjasama dengan SMKN 6 Malang, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI), dan pemerintah Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang, Ir. Sofyan Edi Jarwoko dalam kunjungannya Rabu lalu, juga meresmikan hidroponik. Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Edi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana, SE.,MM dan para guru SDN Lesanpuro 3 juga mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak. Termasuk juga Camat Kedungkandang, Lurah Lesanpuro dan Polsek Kedungkandang yang turut hadir dalam acara itu.

Setelah deklarasi acara dilanjutkan dengan talkshow yang digelar secara melalui streaming youtube. Narasumbernya dari Astra pusat, Ketua DLH Kota Malang dan penggiat adiwiyata. (imm/sir)