Satpol Harus Tegas Tertibkan Oknum Pengguna Fasum

8
parkir liar
Trotoar di jalan strategis Kota Batu kerap dimanfaatkan oknum untuk kepentingan pribadi seperti parkir dan berjualan. (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

KOTA BATU, NewMalangPos – Masih banyak fasilitas umum (fasum) di Kota Batu yang disalahgunakan pemanfaatannya. Beberapa diantaranya seperti penggunaan jalan umun atau trotoar yang kerap digunakan untuk berjualan hingga tempat parkir oleh oknum tertentu.

Hal tersebut membuat anggota DPRD Kota Batu Didik Machmud geram. Pihaknya meminta agar Pemkot Batu dalam hal ini Satpol PP agar bertindak tegas dalam menertibkan oknum yang sewenang-wenang memanfaatkan fasum untuk kepentingan pribadi.

“Fenomena penggunaan fasum untuk kepentingan pribadi perlu dilakukan penertiban. Utamanya penggunaan trotoar pejalan kaki sebagai tempat parkir dan berjualan,” ujar Didik kepada New Malang Pos, Senin (19/4).

Baca Juga: Kegiatan Umrah dan Haji Terbatas, Harga Kurma Lebih Murah

Ia mencontohkan banyak fasum seperti di Jalam Panglima Sudirman hingga Jalan Diponegoro yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi seperti parkir. Terlepas apakah fasum tersebut berada di depan rumah ataupun tempat usaha milik pribadi.

“Artinya terkait sikap dari wisatawan yang sempat beredar dimedia online tersebut, itu tamparan keras untuk kita semua, termasuk pada Pemerintahan Kota Batu,” katanya.

Memang diakuinya, PD penegak Perda telah melakukan tugasnya. Namun dalam pelaksanaan penertiban hanya musiman. Sehingga tak membikin jera oknum yang menggunakan fasilitas publik.

Baca Juga: Bermain Terlalu Dekat Rel, Bocah 10 Tahun Tewas Tersambar KA Gajayana

Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut menyarankan agar Dishub Kota Batu juga memasang plang larangan berjualan dan parkir di titik-titik setiap jalan. Hal tersebut juga bertujuan agar masyarakat tidak berjualan sembarang dan menggunakan fasum untuk kepentingan pribadi.

Tak hanya di jalan-jalan pusat kota. Jalan Bukit Berbunga di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu kerap membuat macet jalan. Apalagi setiap akhir pekan banyak pengunjung yang memarkir kendaraan di jalan sempit tersebut dan membuat kemacetan.

“Untuk Jalan Bukit Berbunga keberadaan penjual bunga di kanan dan kiri jalan juga bisa ditata ulang. Karena menggunakan trotoar jalan dan setiap ada pembeli menyebabkan macet,” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, ia meminta agar ada solusi bagi pedagang bunga dengan penataan ulang. Seperti relokasi ke lokasi yang lebih baik agar pedagang tetap bisa mencari nafkah.(eri/jon)