Sanitary Landfill TPA Beroperasi Tahun Depan

NEW MALANG POS, MALANG – Pembangunan teknologi sanitary landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang akan dioperasikan tahun depan. Teknologi ini diharapkan mampu mengolah sampah lebih ramah lingkungan. Dalam satu hari, setidaknya ada 490 ton sampah yang dibawa ke TPA Supit Urang.

Kabid Kesampahan dan Limbah P3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Joao M.G De Carvalho menyebutkan, proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut saat ini masih berlangsung. Pengelolaan sampah menggunakan sanitary landfill bisa dilakukan mulai tahun depan.

Baca Juga :  17 Ribu Guru dan Pedagang Pasar Siap Divaksinasi

“Kalau selesai pasti operasi tahun depan, itu lahannya sekitar 15 hektar dan usianya diperkirakan enam sampai tujuh tahun,” kata Joao M.G De Carvalho kepada New Malang Pos.

Sanitary landfill merupakan sistem pengelolaan (pemusnahan) sampah dengan cara  membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

 Selain sanitary landfill, menurutnya Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang juga terus berusaha menekan jumlah sampah yang masuk TPA. Salah satunya dengan mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang bisa didaur ulang bisa disendirikan.

Baca Juga :  RSUD Perketat Screening Pasien dan Pengunjung

Selain itu, masing-masing perangkat daerah dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) saat ini juga sudah memiliki rumah kompos. Tujuannya untuk mengurangi jumlah sampah hingga ke TPA. Sehingga usia TPA bisa lebih panjang lagi.

Disinggung kebutuhan lahan TPA baru, Joe menyebut jika penambahan TPA pada dasarnya tetap dibutuhkan. Karena jumlah masyarakat di Kota Malang setiap harinya juga terus bertambah. Konsumsi masyarakat dan produksi sampah juga turut meningkat.

“Penambahan lahan itu juga harus berproses. Lokasinya tidak bisa yang berdekatan dengan pemukiman warga,” jelasnya.

Baca Juga :  Benny: Setting Manajemen Isu Akan Dijalankan Pemprov Jatim

Seperti diketahui, total lahan TPA Supit Urang mencapai 34,3 hektar. TPA Supit Urang merupakan satu-satunya TPA untuk mengolah sekitar 490 ton sampah yang diangkut setiap harinya. Lahan yang terbatas itu pun diharapkan menjadi perhatian masyarakat untuk turut mengurangi produksi sampah di Kota Malang. (ica/aim)

artikel Pilihan