Sang Ibu : “Serentak Bergerak, Merdeka Belajar ???”

5

Oleh M. Wahyudi

Ketua Yayasan Putera Indonesia Malang

NewMalangPos– Pendidikan adalah ibu yang melahirkan kebudayaan dan peradaban.

Saat ini sang ibu sudah kehilangan jati dirinya. Jati diri sang ibu adalah soko guru kehidupan generasi bangsa, yakni Budaya warisan para leluhur yang luhur budi dan luhur karsa.  

Namun, kini Budaya luhur dari para leluhur sudah memudar dari dalam diri sang ibu, karena tergerus arus budaya global dan kepentingan kuasanya para penguasa terkuasa. Kerap sang ibu hanya mnjadi bola permainan kepentingan yang sarat akan nafsu kepentingan sesaat, keserakahan dan kekuasaan.  Sang ibu sperti tak bisa berbuat apa-apa, para penjaganya pun telah melupakan jati diri sang ibu yang harusnya tetap kokoh terjaga. Dan sang ibu  hanya bisa merintih dan menangisi nasib bayi-bayi yang dilahirkannya kemarin, saat ini dan yang esok menjelang.

Di keheningan malam hari besarnya sang ibu, sang ibu terkesiap dan merenungi teriakan sepenjuru wahana, seraya berujar hampir berbisik kebingungan : “”Serentak bergerak, merdeka belajar”, Serentak Bergerak ke manakah ? Merdeka Belajar apakah itu ? Bukankah kau telah lupakan induk semangmu yang melahirkanmu ? Kau kemanakan “jati diriku” yang dulu memerdekakanmu ? Ahhh… Apa kau tak tahu ? Para leluhur bumi ini menangisiku…menangisiku yang kini kerdil dan terkebiri…”.

Sang Ibu pun kembali terdiam sambil mengusap bulir2 air matanya yang tak henti mengalir….

Catatan kecilku, 02 Mei 2021