Sambut Indonesia Emas, Unisma Lakukan Percepatan

21
new malang pos
Wakil Rektor 1 Unisma Prof. Dr. Junaidi, Ph.D. menandatangani draf MoU antara Unisma dengan KBRI Afghanistan.

MoU dengan KBRI Afghanistan

NewMalangPos, MALANG-Satu lagi kerja sama internasional yang dijalin Universitas Islam Malang (Unisma). Kali ini, Unisma sepakat menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar RI untuk Afghanistan. Jumat (26/2) siang. Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh kedua pihak.

Dari Kedubes RI untuk Afghanistan ditandatangani langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afghanistan Dr. Ir. Arief Rachman, MM., MBA. Sedangkan dari Unisma diwakili oleh Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Junaidi, Ph.D.

Setelah penandatangan MoU dilanjutkan dengan webinar internasional oleh Dubes RI, Arief Rachman.  Dengan tema peluang Perguruan Tinggi Nahdlatul ulama (PTNU) mengembangkan jejaring guna mempersiapkan generasi emas membangun budaya dan peradaban dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Arief mendorong mahasiswa Unisma untuk menjadi hebat dan mengambil peran penting untuk kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. 25 tahun mendatang, Indonesia harus mampu menyambut era emas yang didamba-dambakan selama ini.

“Mahasiswa adalah pewaris dan perwujudan Indonesia emas tahun 2045. Mereka harapan bangsa untuk mewujudkan Indonesia maju, mandiri, adil dan makmur,” tuturnya.

Ia memaparkan, era teknologi sudah merubah banyak di seluruh sektor kehidupan manusia. Sistem berbasis jaringan sudah diterapkan hampir di semua layanan publik. Masyarakat sudah akrab dengan berbagai jenis media sosial. Komunikasi pun sudah mulai bergeser ke virtual.

Maka dari itu kata Arif,  mahasiswa Unisma harus  mengambil peran dan menjadi bagian dari perubahan tersebut. Dengan satu catatan penting, yakni tetap berwawasan kebangsaan.

“Anda adalah generasi Z atau generasi unggul. Perkembangan potensi diri berbeda dari generasi sebelumnya. Maka jadilah generasi yang berkarakter, praktis, etis, realistis, tapi juga harus nasionalis dan religius sesuai dengan cita-cita Unisma,” jelasnya.

Arief juga mengingatkan, bawah ke depan persaingan di berbagai bidang makin ketat. Perubahan terjadi begitu cepat. Daya saing diukur dengan kemampuan atau kompetensi.

“Kuncinya adalah percepatan. Jangan terlena dengan keadaan. Sebagai generasi yang sustainable harus melakukan perubahan yang lebih dari hari ke hari,” terang Mayjen TNI AD purnawirawan tersebut.

Sementara itu Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si memberikan apresiasi kepada Dr. Ir. Arief Rachman, MM., MBA., selaku Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afghanistan. Ia mengatakan keinginan Unisma untuk menjalin kerja sama internasional kali ini berkat respon cepat dari KBRI Afghanistan. “Bahkan MoU ini idenya dari duta besar. Maka kami selaku pimpinan menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada dubes,” ucapnya.

Prof Maskuri mengungkapkan, bawah kerja sama yang tertuang dalam MoU antara Unisma dan KBR Afghanistan tidak lain sebagai upaya percepatan untuk memperluas jejaring di luar negeri.

“Ini salah satu ikhtiar kami untuk membangun jejaring tingkat internasional,” imbuhnya.

Ia pun berharap dari pertemuan yang dilaksanakan secara virtual tersebut dan melalui program-program selanjutnya, akan muncul ide dan pemikiran strategis untuk membangun Unisma.

“Semoga akan ada pemikiran-pemikiran besar untuk branding Unisma sebagai kampus NU untuk Indonesia dan peradaban dunia,” tukasnya.

Penandatanganan MoU dan webinar internasional ini dilaksanakan secara virtual. Terpusat di Gedung Umar Bin Khattab Unisma. Diikuti secara daring oleh para wakil rektor Unisma, para dekan, anggota Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dan para mahasiswa dan ditayangkan secara daring melalui zoom dan live streaming. (imm/adv/jon)