Salut! SMK di Ponorogo Siswa Bayar SPP Pakai Kotoran Sapi

Para siswa mengemas kotoran sapi yang sudah diolah menjadi pupuk, Selasa (28/9/2021). (Foto: iNews.id/Ahmad Subekhi).

PONOROGO, NewMalangPos – Sebuah lembaga pendidikan di Ponorogo yakni SMK Quantum membuat kegiatan pendidikan unik dan menginspirasi. Siswa dibebaskan dari biaya alias gratis dan hanya diwajibkan menyetor kotoran sapi ke sekolah.

Salah seorang siswa Agung Cahaya Ilham sibuk membersihkan kandang sapi. Sebagian dimasukkan karung dan dibawa ke sekolah. Usai menyetor kotoran sapi, dia mengikuti kegiatan belajar bersama puluhan siswa lainnya.

Inilah rutinitas Agung bersama puluhan siswa SMK Pemda, Jurusan Peternakan di Desa Pudak Wetan, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo. Semua siswanya merupakan anak-anak petani dan peternak sapi perah. Siswa ini setiap hari bekerja di kandang dan mencari rumput di hutan. Aktivitas belajar SMK Quantum Ponorogo yang membayar menggunakan kotoran sapi.

Baca Juga :  Dinsos Bangkalan dan Pilar Sosial Ganti Beras Lama dengan Baru

Sekolah dengan 44 murid ini sangat unik. Tidak semua siswa mengenakan sepatu saat sekolah. Ada siswa yang hanya mengenakan sandal. Ada yang berseragam ada juga yang memakai bahu biasa. Tempat belajarnya juga tidak pasti, kadang di ruang kelas, kadang di dekat pengolahan limbah sapi.

Jam belajarnya mulai pukul 12.00 siang hingga pukul 16.00 WIB. Waktu ini sengaja dipilih karena pada pagi hingga siang hari para siswa harus bekerja mencari pakan ternak. Ciptakan Mars Sekolah, Awal Goldie Swarovski Berkarya

Baca Juga :  Setahun Korona; di Jatim Meledak Saat Klaster Pelatihan Haji Surabaya

“Saya dulu lulus SMP dan tidak melanjutkan lagi karena kesulitan biaya. Makanya senang sekali bisa sekolah lagi. Apalagi hanya membayar pakai kotoran sapi,” kata salah seorang siswa Agung, Selasa (28/9/2021).

Dilansir dari Inews Selasa, (28/9) Agung mengatakan kotoran sapi yang dia bawa selanjutnya diolah lagi menjadi pupuk organik. Para siswa juga bisa ikut praktik langsung membuat pupuk.

Diketahui, sekolah gratis ini didirikan oleh Yayasan Quantum Iklas Ponorogo. Sekolah ini didirikan berawal dari keprihatinan atas banyaknya lulusan SMP di Kecamatan Pudak yang tidak melanjutkan ke SMA atau AMK. Alasannya, tidak memiliki biaya. Di sana, mayoritas anak-anak bekerja menjadi pemerah susu.

Baca Juga :  Usai Niat Jual Rumah, Cak Kartolo Dapat Angpao Rp 50 Juta dari Kantong Armuji

“Selain karena banyak anak putus sekolah, kami juga prihatin setiap hari 140 ton kotoran sapi dibuang ke sungai. Akibatnya pencemaran sangat tinggi. Karena itu, kami membuat sekolah ini. Kami ingin buktikan bahwa dari kotoran sapi anak-anak bisa pandai, menjadi insinyur atau lainnya,” kata Ketua Yayasan Imam Subaweh.

Imam bersyukur, dengan segala keterbatasan sekolah ini terus berjalan melakukan kegiatan belajar mengajar dan limbah kotoran sapi bisa dikurangi. (Ihya Ulumuddin/Inews/mg9/mar/nmp)

artikel Pilihan