Salsabila Tiara, Siswi SMK PIM Juara Tulis Cerita Fiksi Tingkat Jatim

JUARA: Salsabila Tiara Zaki, siswi SMK PIM memegang penghargaan setelah menjadi juara menulis cerita fiksi tingkat Jatim.( IST/NEW MALANG POS)

MALANG, NewMalangPos – Tetap berprestasi di tengah pandemi Covid-19, bukan hal sulit diwujudkan saat ini. Buktinya salah satu siswa SMK Putra Indonesia Malang (PIM), Salsabila Tiara Zaki mampu meraihnya sebagai juara menulis cerita fiksi tingkat Jatim.

Kepala SMK Putra Indonesia Malang (PIM) Atik Dina Fitria, M.Pd mengaku, siswanya prestasi lomba menulis cerita fiksi berlatar belakang serajah dengan tema lomba Pesona Rempah dalam Perjalanan Sejarah Maritim dan Perdagangan Jawa Timur.

“Lomba itu diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Bidang Cagar Budaya dan Sejarah,” katanya. Prestasi yang diraih Salsabila Tiara Zaki, diungkapkan Atik bersaing dengan 285 peserta dari SMK/SMA swasta dan negeri se-Jatim.

Baca Juga :  Sediakan Wahana High Rope dan Air Dangkal

Hasil dari kompetisi tersebut, Salsabila Tiara Zaki yang juga siswa jurusan kompetensi Kimia Industri ini berhasil di peringkat 5 termasuk juara harapan 2 se Jatim. Sukses ini tidak lepas dari guru pembimbingnya yaitu Septa Rahadian. M.Pd.

Lebih lanjut Atik mengatakan bahwa Salsabila Tiara Zaki adalah siswa aktif berorganisasi di SMK PIM sebagai anggota OSIS menjabat bendahara II. Keaktifannya dalam berorganissi tersebut memberinya inspirasi untuk mengikuti lomba menulis cerita fiksi berjudul Rempah-Rempah: dari Nusantara sampai Ujung Dunia.

Sementara itu, Salsabila, sapaannya mengatakan alasan memilih judul yang menceritakan seorang tokoh utama, yang tidak tahu tentang rempah, namun saat berkunjung ke Indonesia, tokoh yang ditulisnya malah kemudian mempelajari rempah-rempah.

Baca Juga :  PMM Universitas Muhammadiyah Malang, Beri Program Literasi Anak Panti Asuhan

“Sejarah rempah-rempah itu tidak hanya di Nusantara saja, tetapi sampai mendunia. Pedagang asing seperti dari Arab, India, China, Gujarat, rela datang ke Nusantara demi melakukan perdagangan rempah-rempah,” akunya. Rempah-rempah akhirnya banyak diperebutkan hingga monopoli oleh penjajah asing. (mar)

Pilihan Pembaca