Saksikan Rekontruksi Pembunuhan Anaknya, Orang Tua Tak Beri Ampun Pelaku

6
Pelaku memboncengkan korban usai membeli minuman soda dan obat sakit kepala dalam reka ulang pembunuhan di Kulonprogo, selasa (20/4/2021). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, NewMalangPos –  Orang tua pelaku pembunuhan gadis di Wisma Sermo, Dessy Sri Diantary (22), Kulonprogo berharap pelaku NAF (21) dihukum mati. Keluarga tidak terima dengan perbuatan pelaku yang telah menghilangkan nyawa dengan cara sadis.

“Harapan saya, pelaku dihukum dengan hukuman mati,” kata Eko Sunarko, ayah Dari Dessy Sri Diantary di sela menyaksikan adegan reka ulang (rekonstruksi) pembunuhan, di Kulonprogo Selasa (20/4/2021).

Selama ini, kata Eko, keluarganya tidak pernah mengenal pelaku. Pelaku juga belum pernah main atau berkunjung ke rumahnya. Korban juga tidak pernah menceritakan hubungannya dengan NAF. Selama ini korban bekerja di pabrik rambut palsu (wig).  

 “Kami tidak ada yang kenal. Makanya kami geregetan melihat orang itu (pelaku),” katanya. 

Dikatakannya pada 23 Maret lalu, sekitar pukul 07.00 WIB korban pamit untuk pergi mencari lowongan kerja. Kebetulan dia tidak bekejera karena memang jadwalnya libur. Sampai dengan pukul 09.00 WIB handphone korban tidak bisa dihubungi.

Hingga akhirnya antara pukul 21.00-22.00 WIB, ada petugas Reskrim dari Polres Kulonprogo mendatangi rumahnya. Mereka menunjukkan foto-foto korban, dan menanyakan apakah mengenalinya. Sata itu kakaknya diminta ke rumah sakit untuk mengecek dan memastikan itu korban.

Dikutip melalui iNews, Selaa (20/4), Eko mengakum masih penasaran dengan pelaku yang tega membunuh anak kedua dari dua bersaudara ini. Mereka tidak yakin dilakukan pelaku seorang diri dalam keadaan normal. Sebab korban selama ini dikenal memiliki kemampuan bela diri.

“Saya tidak sombong, anak saya sejak kecil sudah berlatih bela diri. Mungkin karena dikasih minuman itu menjadi tidak sadar,” katanya.

Rekostruksi pembunuhan ini menampilkan 28 adegan yang dilaksanakan di Alun-alun Wates, toko kelontong di samping gereja dan di Wisma Sermo. Di Alun-Alun Wates dilaksanakan 5 adegan dan di toko enam adegan. Namun dalam reka ulang di Wisma Sermo mendadak dibatalkan dengan alasan ada kepentingan penyidik.

“Total ada 28 adegan, dan tadi sudah 11 adegan. Karena ada kepentingan yang 16 di Wisma Sermo batal karena ada kepentingan penyidik,” kata Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jefry.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup. Pelaku juga melakukan pembunuhan terhadap Takdir Sunariati di dermaga Wisata Glagah pada 3 April lalu. (kuntadi/iNews/mg2/ley/nmp)