Rumdin Wali Kota Malang Digeruduk, Nyalakan Flare dan Lempar Kertas

67
Rumah dinas wali Kota Malang dilempari kertas bertulisan Selamatkan Yayasan Arema dan Tuntaskan. Mereka juga menyalakan flare di depan rumah Jalan Ijen no. 2 itu.

MALANG, NewMalangPos – Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Malang di Jalan Ijen No 2, Senin (5/4) sore kemarin, digeruduk sekumpulan orang. Mereka menyalakan flare di depan Rumdin dan melemparkan kertas berbentuk pesawat ke dalam Rumdin yang dijaga Satpol PP Kota Malang.

Menurut pantauan New Malang Pos, di dalam kertas tersebut tertulis kata “Tuntaskan”.

Asap dari flare pun terlihat mengepul masuk ke dalam rumah dunias wali kota tersebut. Saat kejadian, Wali Kota Malang Drs H Sutiaji tidak berada di Rumdin.

“Saya sedang giat diluar kota,” tutur Sutiaji saat dikonfirmasi New Malang Pos, pukul 20.00 WIB.

Ia mengungkapkan, belum mengetahui kejadian tersebut secara detail. Akan tetapi sudah memerintahkan perangkat dinas terkait untuk melakukan monitor. Hal ini pun dibenarkan pula oleh Kasatpol PP Kota Malang Drs Priyadi.

“Memang tadi sore ada laporan kalau di Rumdin dilempari kertas dan ada warga bawa flare. Saya perintahkan petugas mengamankan Rumdin,” papar Priyadi.

Beruntung kejadian tidak berjalan terlalu lama. Kurang lebih 40 menit, rombongan warga in juga sudah membubarkan diri. Sementara itu menurut pantauan New Malang Pos, salah satu akun resmi komunitas Aremania “Make Malang Great Again” yakni di akun Instagram @mmgachannel terunggah postingan kejadian yang sama.

3 buah foto diunggah akun ini memperlihatkan foto rumah dinas walikota yang didatangi kelompok orang melemparkan kertas berbentuk pesawat dan membawa flare.

“Kami sudah laporkan ini ke polisi, nanti pihak kepolisian yang akan melanjutkan prosesnya,” jelas Priyadi.

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basyir menyampaikan, pihaknya telah siaga mengamankan kediaman tersebut. Setidaknya ada lima personel yang diterjunkan, termasuk dirinya.

“Ada lima personel dari Polsek Klojen termasuk saya, selanjutnya ini akan diambil alih oleh Polresta Malang Kota,” ujarnya.
Ia menuturkan, ini bukanlah aksi teror, melainkan penyampaian aspirasi dengan cara yang ekstrem. Tidak ada pesan ancaman atau perusakan pada infrastruktur di kediaman tersebut.

“Flare hanya dinyalakan di depan dan kertas-kertas ini berisi Selamatkan Yayasan Arema, seperti itu saja,” lanjutnya.

Dirinya menyampaikan untuk pelaku kabur, dan tidak berada di tempat saat kejadian berlangsung dan jumlahnya juga belum diketahui secara pasti. Kini semuanya masih akan diproses oleh Polresta Malang Kota, terkait aksi pelaku yang menyampaikan aspirasi dengan cara melempari kertas dan menyalakan flare di rumah dinas wali Kota Malang dianggap mengganggu Kamtibmas. (ica/rex/aim)