RS UMM Kembangkan RS Darurat Penanganan Covid-19

9
Bupati Sanusi saat peletakan batu pertama RS Darurat Penanganan Covid UMM.

MALANG, NewMalangPos – Bupati Malang Drs. H. M Sanusi MM mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Malang, karena sebagai lembaga pendidikan yang tanggap dan terlibat penanganan Covid-19. Apalagi UMM juga memiliki rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19, sehingga kasus Covid-19 di Kabupaten Malang dapat ditekan.

“Banyak pihak yang mendukung penanganan pandemi, hingga angka Covid-19 di Kabupaten Malang menurun. Data terakhir yang saya dapat tinggal 60 dari 14.600 RT di Kabupaten Malang yang masih kuning. Sisanya sudah menjadi wilayah hijau,” ucap Sanusi, saat menghadiri peletakan batu pertama pengembangan RS Darurat Penanganan Covid-19 RS Universitas Muhammadiyah Malang.

Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini berharap UMM bisa berkontribusi di semua bidang. Tidak hanya berhenti pada usaha penanganan Covid saja. Tapi juga terus eksis dalam kepekaan kebutuhan masyarakat sekitar.

Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd, menyampaikan bahwa pengembangan rumah sakit UMM bisa berjalan lancar, karena mendapatkan dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Malang.  “Kami mengucapan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kemenkes yang sudah membantu untuk merealisasikan pembangunan RS Covid tersebut. Begitu juga dukungan Bupati Malang beserta jajaran’’ jelasnya.

Fauzan mengatakan, pembangunan RS ini menjadi tekad UMM supaya Malang Raya, Indonesia serta dunia bisa segera bebas dari Covid-19. Karena jumlah pasien Covid-19 di Indonesia saat ini masih mencapai 1.534.255 orang per-tanggal 4 April. “Sekitar 140.331 pasien positif ada di Jawa timur. Sejumlah 10.346 diantaranya berada di wilayah Malang Raya,” urainya.

Seperti diketahui pengembangan rumah sakit RS UMM ini, setelah ditunjuk menjadi RS rujukan virus corona. Pengembangan rumah sakit darurat penanganan Covid-19 berada di atas lahan seluas 8.000 meter persegi. Nantinya akan disediakan 65 bed untuk ruang observasi serta delapan bed sebagai ruang isolasi. Selain itu juga ada ruang screening dan fasilitas penunjang lainnya.

“Target pembangunan pengembangan rumah sakit darurat Covid-19 ini selama 45 hari. Semoga semuanya lancar, sehingga rumah sakit ini dapat segera dioperasionalkan,” pungkas Fauzan.(ira/agp)