Rencanakan Mall Bunga Sidomulyo Sebagai Contoh Pembayaran Digital

PERCONTOHAN : Mall Bunga Sidomulyo di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu digadang-gadang menjadi contoh desa wisata yang memberlakukan pembayaran digital.( NMP/M MANSYUR ADNAN S)

Bagian Perekonomian Dan Sumber Daya Alam

KOTA BATU, NewMalangPos – Mall Bunga Sidomulyo menjadi pusat tanaman hias yang telah dikenal dan menjadi jujugan wisatawan berbagai daerah untuk berburu berbagai jenis tanaman hias di Kota Batu.

Bahkan dalam pelayanannya saat ini, untuk memudahkan transaksi wisatawan dipermudah dengan pembayaran digital. Namun yang menjadi kendala sampai saat ini pembayaran digital menggunakan quick response code Indonesian standard (QRIS) masih minim diminati.

Hal tersebut menjadi perhatian bagi Kepala Bagian Perekonomian Dan Sumber Daya Alam, Dra. Emilyati M.Si untuk segera turun memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pedagang maupun masyarakat agar lebih familiar dan praktis dalam menjalankan transaksi.

Baca Juga :  Targetkan PAD Rp 170 Miliar, Dewan Minta Program Pemulihan Ekonomi Lebih Konkret

“Memang untuk mempermudah transaksi saat ini kami berusaha agar semua pelaku UMKM bisa menggunakan transaksi digital. Salah satunya yang menjadi pilot project kami adalah di Mall Bunga Sidomulyo, Kota Batu,” ujar Emil kepada New Malang Pos, Jumat (13/8) kemarin.

Namun dalam prosesnya saat pihaknya melakukan verifikasi di Mall Bunga Sidomulyo, ternyata masyarakat belum familiar menggunakan QRIS. Sehingga hal tersebut membuat pihaknya bersama Bank Jatim untuk kembali turun lapangan memberikan sosialisasi dan edukasi.

“Dengan permasalahan itu, dalam waktu dekat kami bersama Bank Jatim akan turun bareng memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pembayaran atau transaksi digital. Sehingga nantinya Mall Bunga Sidomulyo bisa menjadi percontohan bagi pelaku UMKM lainnya di Kota Batu,” bebernya.

Baca Juga :  Komandan Poltekad Inisiasi Sungai Tematik

Emil menyampaikan bahwa kurang maksimalnya masyarakat dalam menggunakan transaksi digital karena beberapa hal. Diantaranya transaksi banyak dibawah Rp 1 juta, sehingga pembeli atau pedagang memilik untuk pembayaran tunai.

“Kemudian mereka juga merasa direpotkan dalam urusan perbankan. Nah ini PR kami untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha di tempat tersebut agar bisa menggunakan transaksi digital. Karena transaksi lebih praktis dan efisien, serta banyak keuntungan lainnya seperti potongan atau promo hingga bisa digunakan dimana saja ketika konsumen tak membawa uang tunai,” terangnya.

Baca Juga :  Menunggu Setahun, Tiga Raperda Usulan Legislatif Disahkan

Ketika nantinya transaksi digital telah diminati di Mall Bunga Sidomulyo, pihaknya berencana akan mengembangkan sistem QRIS bagi pelaku UMKM lainnya. Misalnya bagi PKL di Alun-Alun Kota Batu hingga di desa wisata yang ada di Kota Batu. (eri)

Pilihan Pembaca