Relokasi Pedagang Pasar Batu Ditentukan Kemenpora

PROSES: Pembangunan tempat relokasi di Selatan Stadion Brantas tengah berlangsung dan ditargetkan selesai bulan Oktober depan.

NEW MALANG POS, KOTA BATU – Rencana relokasi bagi pedagang pasar besar Kota Batu dengan menggunakan area Stadion Brantas akan ditentukan oleh keputusan Kemenpora. Pasalnya penggunaan area stadion sebagai tempat relokasi bertentangan dengan UU No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Mengacu pada pasal 67 ayat 7 dijelaskan bahwa setiap orang dilarang meniadakan dan atau mengalihfungsikan sarana prasarana olahraga yang telah menjadi aset milik pemerintah atau pemerintah daerah tanpa rekomendasi dari menteri atau izin/ persetujuan dari pihak yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Untuk itu Kemenpora akan segera turun ke Kota Batu meninjau alih fungsi lahan olahraga, dalam hal ini Stadion Brantas yang digunakan untuk relokasi pedagang Pasar Besar Kota Batu selama satu tahun. Hal itu disampaikan oleh Ketua Askot PSSI Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M.

“Dari hasil pembahasan yang dilakukan melalui zoom meeting bersama Kemenpora, Diskumdag, Dindik dan beberapa OPD pagi tadi (kemarin.red). Pada intinya dalam waktu dekat Kemenpora akan meninjau lokasi stadion yang akan digunakan relokasi,” ujar Punjul kepada New Malang Pos.

Baca Juga :  Tempat Wisata Tutup

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa alih fungsi sarana olahraga sementara waktu itu sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari KONI dan PSSI Kota Batu. Serta mengacu dari Perpres Nomor 80 tentang percepatan pembangunan di Jatim bersifat urgent dan disegerakan dilakukan.

“Karena itulah relokasi ditempatkan di Stadion. Apalagi nanti relokasi hanya sementara dan tidak mengubah bangunan fisik di stadion. Bahkan nanti Pemda akan mengganti sarana olahraga yang terdampak sebagai relokasi,” bebernya.

Dalam zoom meeting yang digelar, Menpora juga menyarankan agar ketika PSSI akan berlatih bisa menggunakan lapangan milik desa/kecatan atua menyewa lapangan terdekat. Sedangkan untuk cobor PASI diupayakan ada kerjsama atau sewa dengan Pemkot Malang melalui Dispora.

“Makanya kami tugaskan Dindik koordinasi ke Dispora Malang untuk bisa meminjam atau menyewa tempat latihan seperti du rampal atau di Stadion Gajayana. Ini agar sekalipun sarana Stadion Brantas dipakai, aktifitas olahraga juga harus tetap jalan. Baik untuk kompetisi atau latihan agar para atlet tetap meraih prestasi,” terangnya.

Baca Juga :  Jembatan Desa Sidomulyo-Gunungsari Nyaris Ambrol

Ketua KONI Kota Batu, Drs. Mahfud mewakili masyarakat olahraga sebelumnya telah menyetujui penggunaan area olahraga untuk relokasi pedagang pasar. Namun ada pengecualian yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Daerah dan pihaknya bakal mengawasi penggunaan prasarana olahraga stadion yang merupakan aset Pemkot agar tidak alih fungsi. Sehingga relokasi berjalan lancar dan kegiatan olahraga juga demikian.

“Kami berharap fungsi Stadion Brantas sebagai sarana pembinaan olahraga, khususnya cabor sepak bola dan atletik bisa tetap terjamin. Karena itu dibutuhkan koordinasi seperti saat ini agar kiranya Diskumdag bisa memberikan penjelasan dan kesepakatan bersama,” paparnya.

Tak hanya itu, agar pedagang atau pembeli nantinya tidak menginjak-injak rumput stadion. KONI Kota Batu juga meminta agar Diskumdag membuatkan pagar pembatas mengitari lapangan sepak bola. Mengingat relokasi bagi pedagang pasar pagi akan ditempatkan di sentel ban.

Sementara itu, Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suharsono mengatakan bahwa rencana relokasi pedagang pasar Batu telah ditetapkan di Stadion Brantas pada bulan Oktober. Rencananya relokasi akan dibagi menjadi dua tempat.

Baca Juga :  Nelayan Ngantang Tewas Tenggelam

“Pertama bagi pedagang pasar pagi sebanyak 1.097 pedagang akan ditempatkan di lintasan atletik. Sedangkan bagi pedagang pasar yang memiliki kios akan ditempatkan di sisi Selatan Stadion Brantas,” katanya.

Sebelumnya ia telah melakukan peninjauan bersama KONI dan PSSI Kota Batu untuk memastikan saat relokasi tidak ada alih fungsi lapangan. Sehingga pedagang tetap bisa berjualan dan para atlet KONI, khususnya atlet atletik dan sepak bola tetap bisa memanfaatkan lapangan.

“Nantinya bagi pedagang pasar pagi yang menempati area tepi lapangan atau sentel ban tidak akan sampai berjualan di lapangan atau rumput. Untuk memastikan atlet bisa memanfaatkan stadion, pedagang juga akan berjualan mulai pukul 24.00 WIB hingga pukul 07.30 WIB. Kami tekankan dalam berjualan juga hanya menggunakan meja/lincak saja,” bebernya.

Berbeda dengan pedagang pasar dalam, nantinya akan menggunakan area parkir Selatan Stadion. Mereka akan berjulan di areal Stadion Brantas selama setahun kedepan hingga pembangunan Pasar Besar selesai. Saat ini pembangunan tempat relokasi tengah berlangsung. (eri)

artikel Pilihan