Reklame Monumen Pesawat Soehat Belum Ber-IMB

14
Foto: Ruri/NMP

MALANG, NewMalangPos – Reklame yang melingkar tepat di Monumen Patung Pesawat Jl Soekarno-Hatta belum mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Pemkot Malang memastikan reklame tersebut tidak boleh beroperasi.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang Erik Setyo Santoso, Rabu (7/4) saat dimintai tanggapan New Malang Pos.

“Berkas pengajuannya (bekas pengajuan IMB,red) baru masuk ke kami sekitar satu minggu lalu,” tegas Erik.

Maka dari itu pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Satpol PP Kota Malang untuk menindaklanjuti tidak adanya IMB tersebut.

Erik mengatakan berkaitan dengan boleh tidaknya reklame tersebut berdiri di sana, ia masih menelaah hal tersebut dan akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Malang sebagai penegak perda.

Sementara itu Kasatpol PP Kota Malang Drs Priyadi MM menegaskan pula bahwa pihaknya masih belum dapat mengambil sikap.
“Besok kita akan panggil. Kita juga mau lihat dulu peraturan yang berlaku nanti akan tindaklanjuti darisitu. Tapi kita panggil (pihak pemasang reklame,red) dulu besok,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan pula dirinya belum mengetahui detail seluk beluk aturan mana yang dilanggar dari keberadaan reklame di kawasan monumen pesawat tersebut.

Saat ditegaskan New Malang Pos bahwa terdapat satu pasal dalam Perwali Kota Malang No 27 Tahun 2015 yang dilanggar ia tetap belum bisa mengambil sikap. Dalam salah satu pasal kawasan Monumen Pesawat di Jalan Soekarno-Hatta adalah kawasan dilarang terpasang reklame.

“Lho tapi lihat dulu RDTRK nya (Rencana Detail Tata Ruang Kota) Di sana boleh apa ndak. Nanti kita lihat dulu kalau memang melanggar ya bongkar,” tegas Sutiaji.

Hal ini dikatakannya karena terdapat aturan atau regulasi yang berbeda yang dijadikan dasar. Yakni Perda RDRTK Kota Malang dengan Perda No 27 Tahun 2015 tentang Penataan Reklame. Diketahui, perda soal reklame masih dibahas untuk dilakukan perubahan. (ica/ley)