Rekam Jejak Digital

NEW MALANG POS – Hati-hati ketika anda mengunggah foto, video, status, atau konten lain di media sosial (medsos). Semua konten yang anda unggah tersebut bisa jadi jejak digital anda.

Orang lain tak sekadar bisa membaca semua konten anda, namun mereka juga bisa mengopi, menduplikasi, dan membagi-bagikan konten anda tersebut. Semua yang anda unggah di ranah digital akan menjadi jejak digital anda yang bisa dilacak (tracking) oleh orang lain untuk menelusuri siapa sejatinya anda.

Tak hanya lewat medsos, saat berselancar di internet anda juga telah meninggalkan jejak digital (digital footprint). Saat anda meng-upload foto atau video, aktivitas berbagi pesan, mengunjungi laman situs, unggahan status atau meninggalkan komentar, mengisi data pribadi, internet banking dan masih banyak lainnya, akan menjadi data jejak digital anda yang tanpa sadar akan tersimpan secara abadi di internet. Karena media digital punya jangkauan yang luas, tak terbatas ruang dan waktu, serta sifat kontennya yang mudah dibagi-bagikan.

Kalau jejak digital yang anda unggah adalah hal-hal yang baik-baik tentu tak akan jadi masalah. Namun bagaimana kalau beragam konten yang anda unggah ada yang tak layak jadi konsumsi publik, tak sopan, hingga mengandung muatan SARA? Ini tentu akan menjadi masalah serius di kemudian hari. Karena jejak digital akan menjadi dokumen digital yang tersimpan dan bisa dipanggil serta ditampilkan sewaktu-waktu oleh anda sendiri maupun oleh pihak lain.

Siapa diri anda saat ini tak hanya bisa dilihat dari diri anda di dunia nyata, namun sepak terjang anda di ranah maya juga menjadi data untuk mengetahui siapa sejatinya anda. Rekam jejak (track record) digital kini menjadi materi yang dilihat terutama saat seseorang mengikuti kontestasi politik atau seleksi dalam kompetisi tertentu. Jejak digital seseorang menjadi dokumen penting selain bukti-bukti fisik lain. Jejak digital bisa jadi bukti otentik seseorang.

Baca Juga :  Dukung Atlet PON Jatim, Gubernur Khofifah Pagi Ini Ke Papua

Tracking Jejak Dgital
Semenjak munculnya internet dan beragam platform medsos, sejumlah instansi baik pemerintah maupun swasta menggunakan jejak digital sebagai dokumen yang dilihat untuk mengetahui jati diri seseorang. Seperti yang terjadi dalam proses seleksi penyelenggaraan pemilu tahap pendaftaran bakal calon anggota KPU dan Bawaslu RI periode 2022-2027. Setelah lolos proses administrasi, tim seleksi akan menelusuri rekam jejak para bakal calon, termasuk rekan jejak digitalnya.

Tracking jejak digital sebenarnya untuk melihat apa saja yang telah dilakukan oleh sang kandidat di internet dan medsos. Penelusuran rekan jejak di era kecanggihan teknologi komunikasi saat ini sangat penting untuk mengetahui lebih dalam tentang seseorang. Rekam jejak digital bisa melengkapi rekam jejak yang lain seperti rekam jejak finansial, kasus kriminal, dan rekam aktivitas sosial seseorang. Melalui rekam jejak digital bisa menjadi informasi pembanding dari beberapa dokumen administrasi fisik yang ada.

Saat ini, sejumlah instansi pemerintah maupun swasta banyak yang sudah melakukan penelusuran jejak digital untuk sejumlah keperluan. Saat rekruitmen pegawai baru misalnya. Sejumlah perusahaan tak hanya mengandalkan dokumen fisik sang pelamar dan jawaban saat wawancara kerja, namun jejak digital sang pelamar juga diteliti. Bisa saja seseorang punya prestasi akademik yang bagus, namun kalau jejak digitalnya ada cacat, bisa jadi mereka tak bisa diterima kerja.

Baca Juga :  PPKM Darurat Berlanjut, Dilonggarkan Jika Kasus Covid-19 Turun

Seperti dalam proses seleksi KPU dan Bawaslu saat ini. Rekam jejak digital para bakal calon akan menjadi informasi yang menjadi pertimbangan penting dalam memutuskan sang calon lolos atau ditolak. Rekan jejak digital tentu tak bisa bohong, karena jejak digital merupakan bukti nyata tentang apa yang sudah sebelumnya dilakukan seseorang di ranah digital. Napak tilas jejak digital seseorang akan sulit disangkal kalau ternyata rekam jejak digitalnya buruk.

Tracking jejak digital sebagai upaya untuk menemukan sosok harapan yang minim cacat. Cara ini juga bisa transparan karena masyarakat secara terbuka juga bisa menelusuri rekam jejak seseorang. Teknologi internet dan medsos saat ini dapat membaca dan memetakan kebiasaan penggunannya. Lewat internet juga membuka peluang bagi siapa saja untuk mengetahui informasi tentang orang lain, termasuk pada hal-hal yang sifatnya privasi. Karena memang banyak orang yang telah mengumbar privasinya di ruang publik digital.

Waspada
Tak sedikit orang yang teledor saat mengunggah data digital. Masih banyak orang meninggalkan komentar tak pantas dan informasi bohong di dunia digital yang berujung pada kasus hukum. Masih banyak pula masyarakat yang belum memahami pentingnya kerahasiaan data seperti data KTP, data keuangan, sertifikat vaksin, dan beragam data penting lainnya. Tak sedikit yang asal memasukkan data dalam sebuah aplikasi yang berujung pada kasus penipuan.

Baca Juga :  Jangan Hanya Gagah-Gagahan

Untuk itu, semua pengguna internet dan medsos perlu waspada. Semua perlu bijak sebelum menulis atau mengunggah sesuatu. Tak hanya itu, cara berperilaku seseorang juga kerap terekam secara otomatis di internet. Untuk itu perlu difikirkan dengan matang atas semua yang dilakukan di ranah digital. Salah satu cara yang bisa dibuat sebagai data digital yang baik adalah dengan menampilkan keahlian anda lewat beragam tulisan, gambar, atau video yang berguna bagi banyak orang.

Apapun data yang diunggah secara digital dapat menjadi jejak digital. Rekam jejak digital bukan hanya postingan di medsos saja, tetapi juga pencarian di Google, daftar riwayat di YouTube, riwayat ojek online, hingga pembelian di marketplace. Untuk itu kita wajib waspada serta berhati-hati terkait informasi apapun yang kita bagikan di internet. Setiap detik kita buka internet data kita sudah tertinggal. Ada rambu-rambu yang harus kita perhatikan, seperti UU ITE.

Yang perlu dikedepankan saat ini adalah bagaimana membangun citra diri yag positip, termasuk di ruang digital. Alih-alih memposting foto, video, atau narasi yang tak bermanfaat, yang harus dilakukan adalah membangun personal branding yang baik sehingga apapun tujuan kita kelak di masa depan tak akan tersandung masalah karena pernah punya rekam jejak yang buruk. Waspadalah, aktivitas anda di dunia maya bisa mencerminkan siapa sejatinya anda.(*)

artikel Pilihan