Rawan Covid-19, Sekat Jalan Depan Paviliun RSSA

Petugas gabungan berjaga di sekat jalan arah depan Pavilun RSSA Malang yang menjadi ruang isolosi Covid-19. Jalan itu hanya untuk ambulans dan tenaga kesehatan. (NMP-Ipunk)

MALANG, NewMalangPos – Seiring meningkatkan kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Malang, arus lalu lalang di sekitar RSSA Malang menjadi tinggi, khususnya di Paviliun dan kamar jenazah RSSA Malang.

Sejak akhir pekan kemarin, Jalan Patimura depan Paviliun RSSA Malang disekat, hanya dikhususkan bagi ambulans dan tenaga kesehatan yang akan melintas.

Penutupan ini menyusul adanya perubahan arus dua arah Jalan Belakang RSSA Malang, menjadi satu arah. Penyekatan di depan Paviliun RSSA di lakukan di bundaran pertigaan Jalan Patimura dan Jalan Diponegoro. Disana didirikan tenda posko penyekatan yang dijaga petugas gabungan. Pengendara yang hendak menuju Jalan J.A. Suprapto dari arah timur harus melewati Jalan Diponegoro dan berbelok ke barat melewati Jalan dr. Cipto.

Baca Juga :  Sabar, Alun-Alun Masih Ditutup

Sedangkan untuk dari Jalan J.A. Suprapto menuju Jalan Simpang Diponegoro tepat di depan Kesdam V/Brawijaya (barat ke timur) tetap dibuka.

Wakil Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Suwarno membenarkan hal tersebut. Hingga saat ini penyekatan masih dilaksanakan dan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

“Untuk rekayasanya memang masih berlangsung di Jalan Patimura, tepatnya di depan Paviliun RSSA Malang. Kami bersama Dishub Kota Malang, memberikan penjagaan untuk mengingatkan warga yang hendak melintas,” jelasnya kepada New Malang Pos, Senin (26/7) kemarin.

Baca Juga :  Patroli Skala Besar Amankan Malam Takbiran

Terpisah, Kadishub Kota Malang Heru Mulyono menjelaskan, memang rekayasa Lalin ini di bawah kewenangan Polresta Malang Kota. Atas permintaan Wali Kota Malang H. Sutiaji untuk melancarkan arus lalu lintas ambulans.

“Kami tidak melakukan penutupan jalan, tetapi rekayasa lalu lintas. Jadi di depan area Paviliun RSSA itu daerah rawan penyebaran Covid-19, jadi kami arahkan untuk lewat jalan lain kalau memaksa ya saya persilahkan lewat,” tuturnya.

Ia memberikan imbauan karena untuk keamanan dan keselamatan masyarakat. Akan tetapi pihaknya tidak ingin ada bentrok di lapangan, sehingga apabila memang warga mendesak karena kebutuhan khusus maka dipersilahkan.

Baca Juga :  Revitalisasi Tiga Pasar Terganjal PKS

“Saya tekankan kembali, kami melakukan rekaya lalu lintas untuk melancarkan arus lalu lintas ambulans. Untuk masyarakat umum, kami arahkan ke jalan lain. Kami tidak menutup jalan, hanya membantu ambulans agar lebih lancar,” ungkap mantan Camat Klojen itu. (rex/aim)

Pilihan Pembaca