BONDET, Sepondok Dua Cinta

NewMalangPos, KATA orang, kalau ada kodew tubuhnya agak membungkuk, itu menandakan kuat  diajak naik ranjang. Tapi kodew satu ini beda … punya jajane Gusti Allah satu aja jatahnya ngalah-ngalahi kodew yang tubuhnya membungkuk. Tak hanya ganas di atas ranjang, tapi tak pernah cukup dapat jajan setugel milik sang suami.

Alkisah, Mentil warga Kecamatan Pakisaji yang masih komes kewes-kewes itu punya suami yang namanya Pairun. Karena tahu tanggungjawab terhadap keluarga, Pairun yang asli Kediri ini pun kerja keras  untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Ibarat kaki jadi kepala, kepala jadi kaki, pokoknya dapat hasil.

Karena itulah saat di Ngalam dia gak bisa kerja akhirnya direwangi kerja luar kota. Pagi berangkat malam baru pulang. Udah capek kerja, sampai di rumah ia ganti dikerjain sama si Mentil.

Lha gimana gak dikerjain, jajan anugerah dari Gusti Allah yang diitipkan ke Mentil tiap malam minta dijatah oli pelumas. Tak cukup sekali, paling tidak bisa 5 kali. ‘’Kalau jatah kurang gak bisa tidur,’’ itu alasan Mentil.

Tentu saja membuat boyok si Pairun ambleg. Tiap malam harus push up 5 kali 15 menit. Itu pun masih ada perpanjangan waktu sebelum adu penalti. Semula sih OK-OK saja, tapi lama-lama sekengkel alias dengkul Pairun  pun kemlotak kayak mesin kehabisan oli. Biar motor baru keluar pabrik, kalau olinya garing digeber terus di sirkuit ya mesinnya ambrol.

Karena kekurangan jatah oli Mesran…eh mesum…., akhirnya Mentil pun lirik sana srot,..lirik sini srit cari brondong yang siap pakai. Kebetulan ketemu si Bondet, orang Kecamatan Ngajum. Brondong  yang daya penciumannya mengalahkan kucing liar ketemu kucing rumahan yang lagi meang-meong pun disergap.

Lumayan bagi Mentil, dapat suplemen yang masih tokcer, stroom-nya masih 12 ampere,  disentil dikit aja langsung greng. Digeber pun langsung ngacir 200 km per jam.

Biar dapat jatah oli tetap, si Bondet pun dinikahi dengan memalsukan identitas, masih perawan. Jadilah kisah Sepondok Dua Cinta, kalau siang Pairun kerja, maka giliran Mentil dikerjain sama si Bondet. Jajane Gusti Allah pun dioprek sampek deyek-deyek. Tapi itu pun bagi Mentil masih kurang. Pairun KO dibuatnya, Bondet pun akhirnya lempar handuk tanda menyerah.

Bondet dan Pairun pun sama-sama menyerah kalah dan akhirnya pegatan. Pikirnya, daripada boyok makin dengkeken, mending angkat kaki…ngacir….(agp)