Bondet Reborn

new malang pos
akung bondet bersama CEO New Malang Pos Juniarno Djoko Purwanto di acara Swot.

RUMAH KITA

Akung Santoso Bondet

NewMalangPos – Ketika kali pertama, pengalaman sembuh dari stroke dipublikasikan di New Malang Pos, saya merasa sangat terhormat. Saya merasa Mas Pur (begitu saya memanggil Chairman New Malang Pos Juniarno Djoko Purwanto) adalah orang yang sangat peduli dan punya visi bisnis media yang dahsyat. Tidak hanya memandang saya sebagai teman ‘alumni’ Jawa Pos, tapi fokus pada materi jurnalistik yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Kali kedua, kembali saya, mantan wartawan Jawa Pos sekaligus pengelola rubrik Jawa Timur, diminta untuk sharing pengalaman jurnalistik di forum besar SWOT 2021 Keluarga Besar New Malang Pos di Hotel Selecta, 9-10 Januari 2021 lalu. Kembali saya merasa tersanjung karena harus berbicara di generasi wartawan yang berbeda. Tapi dalam forum yang dihadiri sekitar 50 karyawan itu, saya melihat aura kebangkitan dan semangat yang luar biasa untuk menjadi koran hebat di Malang Raya dan sekitarnya.

Dan saat itu pula, lagi-lagi, Mas Pur menawarkan kepada saya untuk menghidupkan kembali rubrik fenomenal di Jawa Pos pada era 1980-1997 an di New Malang Pos. Nama rubriknya ‘Opo Maneh’ dengan tokoh sentral Bondet. Peristiwa yang ditulis dengan gaya berbeda dengan sentuhan humor dan seks. Rubrik ini sangat melejit di kalangan masyarakat, segala lapisan waktu itu. Bahkan mampu mendongkrak pemasaran koran.

Tanpa pikir panjang, saya pun langsung mengiyakan.

‘’Siap Mas Pur. Saya akan bantu mengasuh rubrik itu. Saya masih sanggup kalau harus mengedit dan mengolah lima naskah dalam sehari. Untuk New Malang Pos, saya selalu siap,’’ ungkap Saya.

Selanjutnya persiapan teknis pun dibicarakan. Mas Agung Priyo, sebagai pemegang rubrik Turn Back Crime di New Malang Pos bertanggungjawab atas naskah-naskah yang harus dikirimkan ke saya untuk diolah. Meski saya berada di Madiun, namun komunikasi dengan Mas Agung dan Mas  Pur di Malang berjalan lancar.

Promo pun sudah digeber selama seminggu ini dan edisi perdana Bondet di New Malang Pos akan terbit mulai Senin, 1 Februari 2021. Apa rubriknya, tunggu saja biar makin penasaran. Yang pasti tokoh ceritanya tetap Bondet.   

Saya tahu, sebagaimana rubrik Opo Maneh, rubrik ini nanti nasibnya kurang lebih sama. Sama banyak mendulang pro dan kontra.

Sebab pro dan kontra dalam kehidupan ini selalu saja ada. Tinggal dari sudut mana kita melihatnya.

Tapi pro dan kontra kalau disikapi dengan arif, akan mempunyai dampak

positif. Karena akan semakin memperkaya wawasan dan memperkaya mata batin kita, untuk saling menghargai pendapat orang lain.

Namun kalau boleh jujur, untuk menulis kisah Bondet ini saya memang harus berpikir sejuta kali. Yang jelas mengungkapkan ‘sisi hitam’ tentu bukan sebagai kebanggaan. Kalau harus mengolah ‘sisi hitam’  kejadian ini, minimal untuk pelajaran, —bukan untuk saya saja — tapi untuk generasi-generasi penerus agar ingat bahwa “siapa menabur angin akan menuai badai.”

Seperti juga rubrik Opo Maneh dengan tokoh Bondet masa lalu, bagai 2 sisi mata uang. Satu sisi orang menilai bahwa rubrik itu mengajari orang untuk mbondet, tapi di sisi lain (kalau orang menilai dengan situ ada pembelajaran yang menyangkut sebuah falsafah Jawa yang adi luhung “NGUNDUH WOHING PAKARTI.”

Saya berharap, apapun yang diolah di rubrik ini, baik sisi hitam maupun sisi putihnya, bisa disaring dan dicerna dengan penalaran yang baik. Yang putih bisa ditiru, namun yang hitam jangan. Dan New Malang Pos sengaja menerbitkan rubrik ini sebagai sisi lain jurnalistik. Agar tidak semua informasi yang diserap masyarakat berat semuanya. Tapi ada sisi humor dan rileksnya sebagai hiburan pembaca. Semoga rubrik ini bermanfaat buat pembaca dan ikuti terus petualangan seru Bondet Reborn hanya di New Malang Pos.(*)