BONDET, Cucakrawa

NewMalangPos – USIA ternyata bukan alasan bagi Cucakrawa untuk tepekur di kandang. Maka tak salah kalau ada adagium tu-tua keladi, semakin tua semakin menjadi-jadi. Tua-tuanya kelapa, makin tua makin bersantan.

Kalau Cucakrawa punya Bondet udah manggung, artinya makanan harus tersedia. Begitulah si Bondet, usianya 75 tahun, kata orang sudah bau tanah. Tapi kalau urusan

Cucakrawa, ia tak mau kalah sama ABG.

‘’Biar usia 75 tapi kalau burung Cucakrawa saya kalau ngoceh gak mau kalah sama ABG 17 tahun,’’ kata Bondet.

Tapi apa mau dikata, kandangnya cuman

satu, yakni si Mentil yang usianya nyaris sepadan, 70 tahun. Bondet tak peduli, biar Mentil tiap hari cuman bisa geleng-geleng kepala kalau Cucakrawa Bondet mulai ngoceh, ia tak peduli. Ilmu gasruk pun dipakai.

Hal itu membuat Mentil uring-uringan. Sedang Bondet kelimpungan sendiri. Mau ngelirik kandang tetngga, ia takut kepergok Hansip. Mau ke rentalan, dompetnya tipis.

Padahal di Malang, yang namanya rental kodew tak kurang banyaknya. Mulai yang onlenan atau yang mejeng di halte

tak kurang. Mau yang sporty atau yang elegan dan tarikannya masih mak nyuuuss juga siap, tinggal lihat tebal tipisnya dompet.

Karena dompet kosong satu-satunya yang bisa mnyelamatkan libidonya ya si Mentil. Persoalannya, bagai sayur gitu Mentil termasuk sayur asem yang sudah dingin lagi. Atau kalau aki motor begitu, ampernya udah soak. Dicas kayak apa pun gak mau naik amperenya, hingga distater pun cuman mejen.

Saking jengkelnya, Bondet pun mengajukan gugatan cerai…duh mbah,….gak lihat cucu

apa???? Padahal dalam sidang cucu-cucunya pun dihadirkan sebagai saksi.

Tapi Bondet nekad juga,….pokok alasan cuman satu. Onderdil Mentil sudah soak semua. Bahkan pada sidang terakhir

Bondet unjuk muka, ia ajak Mentilis, kodew Setulegi, setengah tua lemu ginuk-ginuk dengan bodi tronton yang bisa angkut kontainer 42 feet dibawa serta. Tentu saja membuat yang lihat melongo….(agp)