Bondet, BERPACU DALAM BIRAHI

Kalau napsu sudah sampai ubun-ubun, apa-pun diembatnya. Masih mending yang diembat juga masih bernama menungso. Sayangnya, ketika napsu Bondet sudah sampai ke ubun-ubun, bocah bau kencur pun ikut diembatnya.

Ceritanya, malam itu Bondet yang tinggal di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ini sedang memuncak libidonya. Maklum, beberapa hari cacing perutnya digelontor sate embik. Nah giliran mau nyate, Bondet pun klipang-kipeng ke Pasar Karangploso.

Karena di situ dia punya lawan main yang bisa diajak ngompori bodi saat cuaca dingin. Tapi malam itu Bondet lagi apes. Kompor bodinya gak juga nongol. Kebetulan saat itu Bondet ketemu kenalannya si Mentil yang lagi klinong-klinong di pasar itu.

Saat itu Mentil sedang bersama Mentilis, bocah brusia 15 tahun, anak temannya. Dengan lambe selicin oli, Bondet pun merayu si Mentil diajak kompor-komporan menghangatkan bodi. Dasar si Mentil yang sudah lama gak dapat kompor bodi, ya kayak gayung yang bersambut.

‘’Hooh mas Bondet,’’ jawab Mentil mengiyakan.

Singkat cerita mereka bertiga, Bondet, Mentil dan Mentilis menuju salah satu vila di wilayah

Bumiaji Kota Batu. Beberapa botol banyu setan pun disuguhkan, membuat suasana semakin hot. Apalagi si Bondet melihat si Mentilis yang berbodi dumbo pun makin gila. Biar kompornya lebih panas, si Mentilis pun diajak untuk ngompori bodi Bondet dengan iming-iming duit 500 ribon.

Jadilah malam itu mereka bertiga berpacu dalam birahi melakukan threesome. Tapi dasar si Bondet yang biasa joint free, tentu duit segede itu tak gablek. Dan Mentilis pun hanya bisa angop saja. Bodi melayang jauh, duit tak didapat pula. Akhirnya polisi ketiban sampur

untuk menangani kasus itu.(*)