Putra Mahkota Arab Saudi Restui Pembunuhan Khashoggi

9
foto: theguardian.com

NewMalangPos-Presiden Joe Biden mengatakan pada hari Sabtu (28/2) bahwa Amerika Serikat (AS) akan merilis laporan untuk Arab Saudi pada hari Senin. Seruan itu muncul setelah intelijen AS menemukan bahwa Putra Mahkota, Mohammed bin Salman, telah menyetujui pembunuhan jurnalis, Jamal Khashoggi, di Istanbul pada tahun 2018.

Laporan itu langsung dirilis sebagai langkah pertama yang tepat oleh Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Robert Menendez. AS telah secara resmi mengkonfirmasi pandangan yang telah lama dicurigai bahwa Pangeran Mohammed “menyetujui” pembunuhan jurnalis tersebut. Laporan ini berimbas pada larangan visa untuk 76 orang Saudi.

“Akan ada pengumuman pada hari Senin tentang apa yang akan kami lakukan dengan Arab Saudi secara umum,” ujar Biden yang dikutip dari the guardian, Sabtu (27/2).

Keputusan Biden untuk merilis laporan pada minggu-minggu pertama masa kepresidenannya memenuhi janji kampanye untuk mekaji kembali hubungan dengan Arab Saudi setelah kritikus menuduh Donald Trump mengabaikan pelanggaran berat hak asasi manusia seperti tindakan keras terhadap aktivis dan perang di Yaman. Biden, bagaimanapun, berusaha untuk mengesampingkan Pangeran Mohammed tanpa sepenuhnya memutuskan salah satu hubungan inti AS di Timur Tengah.

“Tidak masuk akal bagi pemerintah AS untuk membiarkan pembunuh utama – putra mahkota – bebas dari hukuman,” jelas Amrit Singh, seorang pengacara dengan Open Society Justice Initiative, yang mengajukan gugatan agar laporan intelijen dirilis.

Khashoggi, 59, tumbuh seiring dengan bertiupnya angin demokrasi dan kebebasan di era Arab Spring pada 2011 hingga ia penulis artikel dan memberikan pidato tentang era baru di Mesir, Libia, dan Yaman. Khashoggi kecewa dengan sikap Saudi yang dianggap memberi kontribusi negatif untuk gerakan Arab Spring. Pemerintah Saudi lantas melihat wartawan ini sebagai oposisi.

Khashoggi bukanlah satu-satunya pembangkang di luar negeri yang menjadi sasaran otoritas Saudi. Ada beberapa bukti dari kasus penculikan ekstrateritorial lainnya, percobaan penculikan dan ancaman pembunuhan itu ditujukan kepada para pengkritik Pangeran Mohammed telah muncul sejak kematiannya. (theguardians/mg2/nda/nmp)