Publish Puluhan Riset Untuk Pembangunan Berkelanjutan

NEW MALANG POS, MALANG-Sebanyak 23 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi dan instansi penelitian mempublikasikan karya risetnya. Pemaparan tersebut dilaksanakan dalam Seminar Nasional Teknik Sipil dan Perencanaan (Semsina) 2020. Digelar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang, Sabtu (24/10).

Presentasi riset dibagi menjadi lima kelas pararel. Berasal dari 18 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Mulai dari Papua Barat, Kendari, Makassar, Mataram, Sumbawa, Palangkaraya, UB, Unitri, Undip, Kudus, Jakarta, Palembang dan Riau. Sedangkan dari instansi penelitian ada LIPI dan badan penelitian lainnya.

Dari ITN Malang sendiri ada 20 karya riset yang dipublish. Meskipun digelar secara virtual dengan aplikasi Zoom dan YouTube, webinar mendapat respon yang besar dari kalangan akademisi. Ada 261 peserta yang tergabung dalam kegiatan tersebut dari kalangan peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi dan umum.

Baca Juga :  Politeknik Unisma Malang Saling Tukar Pengajar dengan Poltekad

“Kami dari akademisi mempunyai kewajiban untuk mempublikasikan hasil riset dan penelitian,” ucap Dr. Evy Hendriarianti, ST., M.MT, selalu ketua panitia.

Ia mengatakan, Semsina merupakan agenda rutin tahunan FTSP ITN Malang, kali ini adalah yang ketiga. Dengan tema  Perwujudan Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal di Era Revolusi Industri 4.0 dan Era New Normal.

“Kearifan lokal penekanannya pada hasil pembangunan, seperti terwujudnya Kampung 3D dan lain-lain,” kata dosen yang suka off road ini.

Menghadapi era RI 4.0 dan pandemi Covid 19 pembangunan menghadapi tantangan besar agar berkelanjutan. Untuk mendukung tantangan tersebut, kegiatan SEMSINA 2020 diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya pembangunan berkelanjutan di era RI 4.0 dan New Normal.

Baca Juga :  SD Insan Amanah Tetap Semangat Beri Teladan di Masa Pandemi

Narasumber dalam webinar Semsina 2020 yaitu Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc, penggagas kampung 3D Glintung go Green Ir. Bambang Irianto, akademisi dan Planner Nasional Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT dan akademisi lingkungan Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc. ES. Ph.D.

Adapun topik pembahasan dalam webinar antara lain pengembangan wilayah dan kota berbasis mitigasi bencana, pemanfaatan informasi geospasial, sistem bangunan pintar, green technology berbasis kearifan lokal, inovasi struktur bangunan tinggi. Selain itu teknologi transportasi berkelanjutan, sumber daya air berbasis ramah lingkungan, aplikasi digital perencanaan infrastruktur dan technopreneurship. 

Evy menjelaskan kegiatan Semsina memberikan banyak manfaat. Bagi kalangan akademisi bisa sharing ilmu melalui publikasi materi pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga :  Bantu UKM Selai Kopi Dengan Mesin Produksi

“Dari bagi masyarakat mendapatkan informasi dari hasil riset sebagai objek pengabdian masyarakat para akademisi,” terang dosen Teknik Lingkungan ini.

Sementara itu Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Kustamar, MT., mengatakan melalui webinar Semsina 2020 ITN Malang ingin berkontribusi signifikan pada pembangunan nasional. Konsep yang ditawarkan ITN Malang adalah konsep triple helix. Sebuah konsep yang memadukan teknologi, ekologi dan ekonomi.

“Teknologi yang tidak menyentuh ekologi tidak akan memberikan solusi. Hanya akan memindahkan masalah,” katanya.

Demikian juga ekologi yang tidak berarah pada perbaikan ekonomi tidak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kalau tidak terjadi peningkatan ekonomi partisipasi masyarakat pada pembangunan tidak akan ada. Maka segitiga itu harus dibangun untuk terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan,” terangnya. (imm/sir)

artikel Pilihan