Puan Inginkan Istiqlal Ramah Non-Muslim, Imam Besar Istiqlal: Sudah Ramah Sejak 2016

Ilustrasi: Imam Besar Nasruddin Umar menyebut Masjid Istiqlal ramah non muslim sejak 2016. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

NewMalangPos –  Dalam Gerakan Nasional Mengisi Masjid dengan 1 Juta Sajadah yang berlangsung di Jakarta, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani, sempat memberikan pernyataan bahwa dirinya berharap agar Masjid Istiqlal bisa semakin menjadi pusat kajian dan dakwah Islam, serta pusat religi umat Muslim di seluruh dunia.

Selain itu, Puan Maharani juga menginginkan agar Masjid Istiqlal bisa menjadi wajah bagi umat non-Muslim untuk mempelajari Islam Indonesia yang moderat dan cinta toleransi usai masa renovasi selesai.

“Datang ke Indonesia, datang ke Jakarta, semuanya harus datang juga ke Masjid Istiqlal. Kita tunjukkan umat Muslim Indonesia adalah Muslim yang toleran dengan seluruh umat beragama,” kata Puan, dalam acara Gerakan Nasional Mengisi Masjid dengan 1 Juta Sajadah Kamis (11/3).

Baca Juga :  Istana Tutup Pintu Revisi UU Pemilu dan Pilkada

“Tidak hanya umat Muslim saja yang boleh datang ke Istiqlal. Semua umat beragama harus boleh datang ke Istiqlal untuk melihat bahwa Indonesia punya masjid indah dan terisi dengan kajian Islam yang moderat,” tambah mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Menindaklanjuti perkataan dari Ketua DPR RI Puan Maharani, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengklaim bahwa Masjid Istiqlal sudah menjadi tempat wisata mancanegara. Sekaligus ruang studi untuk turis non-muslim dalam mempelajari sejarah dan arsitektur masjid sejak tahun 2016.

Baca Juga :  Koin Kuno Diteliti di Banyuwangi, Diduga Peninggalan Zaman Dinasti Sung

“Sebenarnya itu sudah terlaksana semenjak saya menjadi imam besar, 2016. Sebelum pandemi, itu ada 300 turis datang dalam sehari. Kami mencontoh Masjid Nabawi di Madinah, kan seperti itu juga,” kata Nasaruddin dalam sebuah percakapan kepada CNN Indonesia, Jumat (12/3).

Nasaruddin menjelaskan bahwa seringkali turis non-muslim menyempatkan berkunjung ke Masjid Istiqlal usai menyambangi Monas. Pria berusia 61 tahun itu juga menyebutkan bahwa Istiqlal telah menjadi salah satu ikon dari DKI Jakarta yang dibuat ramah wisatawan dengan berbagai latar belakang.

“Setelah renovasi selesai, ke depannya akan juga digunakan untuk pendidikan, keterampilan, kesenian, dan juga ada business center disana,” jawab Nasaruddin.

Baca Juga :  Covid-19 di RI Tembus 1 Juta, Kasus Kematian Meroket

Namun, dirinya mengaku sejauh ini masih menunggu keputusan pemerintah soal pembukaan tempat ibadah. Bila perkembangan covid-19 melandai maka pihaknya akan membuka operasional Masjid Istiqlal secara terbatas. Namun, bila kasus covid-19 telah menunjukkan penurunan kasus yang sangat signifikan, bahkan bisa dikatakan cukup aman. Maka pihak masjid Istiqlal juga mempertimbangkan untuk melonggarkan aktivitas di Masjid Istiqlal.

Hanya saja Nasaruddin menekankan, seluruh kegiatan yang akan dilakukan tetap berkiblat pada protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. (khr/psp/cnni/mg3/ley/nmp)