PROSTAT, PENYAKIT YANG PASTI DIALAMI SETIAP LAKI-LAKI

MALANG, NewMalangPos – Pernahkah anda merasakan sensasi rasa ingin buang air kecil tapi urin tidak keluar, atau harus mengejan begitu kuat barulah keluar urin dan pancaran urin hanya menetes? Keluhan ini mungkin akan sangat menganggu aktifitas sehari-hari dan mungkin ini adalah gejala dari penyakit pembesaran prostat yang sedang kita alami sebagai seorang laki-laki.

Tetapi taukah anda bahwa prostat adalah salah satu organ reproduksi yang pasti dimiliki seorang laki-laki dan bukan merupakan suatu penyakit. Sedangkan pembesaran prostat adalah hal wajar yang pasti dialami setiap laki-laki ketika menginjak usia lanjut. Penyebutan istilah penyakit digunakan pada saat sudah munculnya gejala-gejala yang menganggu aktifitas sehari-hari.

Tidak bisa buang air kencing perlu dibedakan dengan tidak adanya urin yang diproduksi oleh tubuh kita karena merupakan dua penyakit yang berbeda dan memiliki penanganan yang berbeda pula. Tidak adanya urin yang diproduksi tubuh bisa terjadi karena suatu penyakit gagal ginjal. Sedangkan tidak bisa buang air kencing adalah terhambatnya proses pengeluaran urin karena adanya sumbatan sepanjang saluran kencing.

Perlu dibedakan juga ketika secara tiba-tiba urin tidak bisa keluar atau secara perlahan-lahan urin susah keluar dan akan semakin memberat seiring berjalannya waktu. Ketidakmampuan dalam mengeluarkan urin secara tiba-tiba seringkali diakibatkan oleh adanya batu di sepanjang saluran kencing atau dalam istilah medis disebut urolithiasis.

Baca Juga :  Ancaman Patronase Pilkada

Gejala ini seringkali disertai dengan keluhan nyeri pinggang akibat batu yang terbentuk di ginjal turun ke bawah akibat dorongan dari urin. Sedangkan ketika semakin hari semakin terasa sulit untuk buang air kecil bisa jadi disebabkan oleh pembesaran prostat.

Prostat adalah salah satu organ reproduksi pada laki-laki yang terletak di sebelah bawah kandung kencing, berbentuk seperti buah kenari dan melingkari saluran kencing bagian belakang. Organ prostat menghasilkan suatu cairan yang merupakan salah satu komponen dari cairan ejakulat dan dikeluarkan bersamaan pada saat ejakulasi.     Diperkirakan 25 persen dari cairan ejakulasi adalah cairan prostat. Setiap pria normalnya akan memiliki organ reproduksi tersebut, tapi sayangnya organ ini akan bertumbuh dan seringkali menimbulkan keluhan tidak bisa buang air kencing ketika memasuki usia lanjut.

Sebagian besar kasus tidak bisa buang air kencing (BAK) pada laki-laki dewasa adalah akibat dari pembesaran prostat jinak atau dalam istilah medis disebut BPH (Benign Prostatic Hyperplasia). Keadaan ini dialami oleh 50 persen laki-laki yang berusia 60 tahun dan 80 persen laki-laki yang berusia 80 tahun.

Apabila pembesaran prostat tidak segera diobati maka akan mengakibatkan beberapa penyakit yang menyertainya seperti turun berok atau dalam istilah medis disebut hernia dan ambeien. Timbulnya kedua penyakit ini karena seringnya mengejan pada saat buang air kecil.

Baca Juga :  TEROKA, Malam Favorit

Terhambatnya aliran urin dan terjadinya penumpukan urin di kandung kencing juga akan menyebabkan ginjal menjadi bengkak. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut akan memicu timbulnya penyakit yang lebih serius seperti gagal ginjal. Selain adanya penyakit-penyakit tersebut yang merupakan komplikasi jangka panjang dari pembesaran prostat, ternyata terdapat gejala lain yang turut serta menjadi pertanda bahwa sudah terjadi pembesaran prostat di dalam tubuh kita.

Adapun gejala tersebut di dalam dunia kedokteran dibagi menjadi dua kelompok. Yaitu gejala iritatif yang meliputi peningkatan frekuensi berkemih, sering terbangun di malam hari untuk pergi ke kamar kecil, perasaan ingin kencing yang sangat mendesak atau tidak dapat ditunda dan nyeri saat kencing. Sedangkan gejala obstruktif meliputi pancaran urin yang lemah, rasa tidak puas setelah kencing padahal pancaran urin telah habis, harus mengejan untuk memulai kencing, aliran urin tidak lancar atau terputus-putus dan urin masih terus menetes setelah selesai kencing

Dikarenakan setiap laki-laki memiliki organ prostat dan organ tersebut akan membesar seiring berjalannya waktu maka setiap laki-laki akan memikili kemungkinan mengidap penyakit ini ketika menginjak usia lanjut. Membesarnya prostat setiap laki-laki akan berbeda antara satu orang dan yang lainnya, maka dari itu tidak semua laki-laki akan mengalami gejala yang sama atau bahkan tidak akan bergejala sama sekali.

Baca Juga :  Refleksi 75 Tahun Usia Kemerdekaan: “Negara “Juggernaut”

Seringkali kita mendengar istilah mencegah lebih baik daripada mengobati, tetapi adakah cara untuk mencegah penyakit ini? Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya pembesaran prostat, tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa pembesaran prostat erat kaitannya dengan proses aging (penuaan).

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika muncul keluhan tidak bisa buang air kencing adalah pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Kemudian akan dilakukan pemasangan selang kencing (kateter) untuk mengeluarkan urin. Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan pergi ke dokter spesialis urologi untuk menentukan penyakit apa yang sedang diderita. Apakah memang pembesaran prostat ataukah penyakit lain seperti batu saluran kencing, infeksi saluran kencing atau penyakit lainnya.

Pemberian obat-obatan adalah pilihan pertama yang ditawarkan dan berfungsi untuk mengurangi ukuran prostat sehingga buang air kecil akan menjadi lebih lancer. Tetapi jika cara tersebut tidak kunjung membaik maka alternatif operasi adalah langkah selanjutnya. Adanya kemajuan zaman membuat operasi prostat sekarang tidak lagi memerlukan pembedahan terbuka. Melainkan hanya menggunakan kamera berukuran kecil yang dimasukkan melalui saluran kencing untuk selanjutnya dilakukan penipisan prostat dari dalam sehingga akan memiliki masa penyembuhan yang lebih cepat dan mengurangi waktu tirah baring di rumah sakit.(*)